Talaga (KEMENAG) — Ketua Lembaga Pengembangan Mutu (LPM) MAN 1 Majalengka, Hj. Ade Nurpiana, M.Pd., melaksanakan supervisi pembelajaran pada mata pelajaran Fisika di kelas XII.3, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini digelar guna memastikan efektivitas serta kualitas proses belajar mengajar, khususnya dalam mengawal implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Supervisi merupakan agenda rutin tiap semester bagi seluruh guru mata pelajaran. Pelaksanaan tugas supervisor tersebut berlandaskan Surat Keputusan Kepala MAN 1 Majalengka Nomor 049 Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Supervisi Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2026/2027. Mekanismenya terbagi dalam dua tahapan, yakni supervisi administrasi pada 12–16 Oktober 2026 dan supervisi pembelajaran pada 19–23 Oktober 2026.
Pada kesempatan tersebut, guru Fisika kelas XII.3, Ghina Aghnia Nur Assyifaa, M.Pd., menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berbantuan laboratorium virtual PhET. Pembelajaran berfokus pada materi Hukum Coulomb dengan melibatkan 30 siswa secara aktif dalam praktikum virtual guna menyelidiki hubungan antara besar muatan listrik, jarak antar muatan, dan gaya listrik.
Ghina menyampaikan bahwa pembelajaran dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep secara matematis, tetapi juga membuktikan hubungan antarvariabel secara langsung.
“Melalui model PjBL dengan pendekatan STEM berbantuan PhET, saya ingin siswa terlibat langsung dalam proses menemukan konsep, menganalisis data, bekerja sama, dan mengomunikasikan hasil penyelidikannya. Setiap kelompok mendapatkan kasus yang berbeda agar siswa dapat mengembangkan penalaran kritis dan belajar bertanggung jawab terhadap hasil kerja kelompoknya,” ujar Ghina.
Pendekatan interaktif ini disambut positif oleh peserta didik. Salah seorang siswa kelas XII.3 mengungkapkan bahwa praktikum virtual membuat materi Fisika lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
“Melalui simulasi PhET, kami dapat mengubah nilai muatan dan jarak, kemudian mengamati pengaruhnya terhadap gaya listrik. Diskusi bersama kelompok juga membantu kami memahami cara menggunakan persamaan Hukum Coulomb untuk menyelesaikan kasus yang diberikan,” tuturnya.
Pelaksanaan pembelajaran inovatif ini sejalan dengan nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan kolaborasi, rasa saling menghargai, serta tanggung jawab dalam kelompok. Melalui supervisi ini, kualitas pembelajaran di MAN 1 Majalengka diharapkan terus meningkat, semakin berpusat pada siswa, dan memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar