Jatiwangi (KEMENAG) — Sejumlah peserta didik MAN 3 Majalengka berlatih memerankan adegan perjuangan melalui seni teatrikal di lingkungan madrasah, Minggu (4/10/2026). Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan pementasan yang melibatkan kolaborasi antar-ekstrakurikuler.
Kegiatan diarahkan pada pengembangan kemampuan seni peran sekaligus penyampaian pesan perjuangan melalui alur cerita yang telah disiapkan. Peserta mengikuti tahapan latihan mulai dari pemahaman konsep, pendalaman karakter, praktik adegan, hingga evaluasi penampilan.
Koordinator Kreasi Seni Pecapa MAN 3 Majalengka, Firman Saefatullah, M.Pd., mendampingi proses latihan sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Materi latihan mencakup teknik vokal, ekspresi, gestur, penghayatan karakter, dan koordinasi antarpemain.
Pada tahap awal, peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur cerita dan pesan yang hendak disampaikan melalui pementasan. Selanjutnya, setiap pemain mendalami karakter sesuai peran masing-masing sebelum mempraktikkannya dalam adegan.
Latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi beberapa bagian adegan. Peserta diarahkan untuk memperhatikan artikulasi dialog, intonasi, ekspresi wajah, gestur tubuh, serta perpindahan posisi atau blocking agar adegan dapat ditampilkan secara lebih terarah.
Firman Saefatullah, M.Pd., mengatakan seni teatrikal dapat menjadi media bagi siswa untuk menyampaikan pesan melalui pengalaman langsung dalam seni peran.
“Melalui latihan ini, anak-anak tidak hanya belajar berakting, tetapi juga memahami bagaimana sebuah cerita dapat menyampaikan pesan perjuangan kepada penonton. Mereka belajar menghayati karakter, mengolah vokal, mengatur ekspresi, dan bekerja sama dalam sebuah pertunjukan,” ujar Firman.
Menurutnya, proses latihan menjadi bagian penting sebelum sebuah pementasan ditampilkan. Setiap pemain perlu memahami karakter dan alur cerita agar pesan yang terdapat dalam naskah dapat tersampaikan dengan baik.
Dalam latihan tersebut, evaluasi dilakukan terhadap sejumlah bagian yang masih memerlukan perbaikan. Beberapa adegan diulang untuk memperbaiki dialog, tempo permainan, ekspresi, dan koordinasi antarpemain.
Kolaborasi antar-ekstrakurikuler juga menjadi bagian dari latihan. Peserta dituntut memahami peran masing-masing serta menjaga komunikasi selama proses persiapan berlangsung.
Latihan teatrikal tersebut selanjutnya akan diintensifkan sebagai persiapan menuju pementasan. Evaluasi secara berkala dilakukan untuk mematangkan setiap adegan sebelum pertunjukan ditampilkan di hadapan penonton.
Melalui proses tersebut, MAN 3 Majalengka menjadikan seni drama sebagai salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan seni peran sekaligus menyampaikan pesan perjuangan melalui bahasa panggung.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar