Weragati (KEMENAG) — MTsN 13 Majalengka menggelar kegiatan Sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) dan Bahaya NAPZA bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kegiatan yang bekerjasama dengan Puskesmas setempat tersebut berlangsung tertib dan khidmat di Ruang Kelas 9.3 pada Kamis (15/10/2026).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan dua narasumber dari Puskesmas, yaitu Dewi Anggraeni, S.Kep.Ns. dan Patimah, S.Kep.Ns. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi, kemudian dilanjutkan pemaparan materi komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui penanganan awal luka psikologis serta pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja.
Pembina UKS MTsN 13 Majalengka, Yuyun Trisnawati, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental para siswa secara berkesinambungan. Menurutnya, pengurus OSIS memiliki peran strategis sebagai penggerak sebaya di lingkungan madrasah.
“Kami ingin para pengurus OSIS tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesehatan mental yang kuat. Melalui sosialisasi P3LP dan edukasi bahaya NAPZA ini, kami berharap para pengurus OSIS dapat menjadi pelopor hidup sehat sekaligus mampu memberikan dukungan awal bagi teman-temannya yang membutuhkan pertolongan psikologis,” ujar Yuyun.
Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman yang mendalam kepada pengurus OSIS mengenai penanganan awal masalah kesehatan mental serta bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Sebagai tindak lanjut, para pengurus OSIS beserta tim UKS akan menyebarluaskan edukasi ini kepada seluruh siswa MTsN 13 Majalengka melalui program-program pembinaan siswa.
Melalui kegiatan sosialisasi P3LP dari Puskesmas ini, diharapkan para murid memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai materi yang disampaikan, mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, serta mendorong murid untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari di madrasah, rumah, dan masyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan karakter siswa dan pelayanan pendidikan di lingkungan MTsN 13 Majalengka serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Obay Bashori


Komentar