Jatiwangi (KEMENAG)— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Hj. Euis Damayanti, M.Pd., secara resmi membuka Perkemahan Calon Penegak dan Penggalang (Pecapa) MAN 3 Majalengka di Bumi Perkemahan Leles, Sindangwangi, Senin (5/10/2026). Dalam amanat pembukaan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun jiwa kepedulian sosial dan lingkungan dalam diri setiap anggota Pramuka.
“Pramuka tidak hanya dilatih untuk terampil secara fisik dan mental, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Pramuka harus punya jiwa kepedulian, peduli terhadap sesama serta peduli terhadap lingkungan,” ujar Euis Damayanti di hadapan peserta Pecapa.
Pembukaan secara resmi oleh Kepala Kankemenag Majalengka tersebut menandai dimulainya rangkaian Pecapa MAN 3 Majalengka yang berlangsung pada 5–10 Oktober 2026. Kegiatan diikuti peserta didik MAN 3 Majalengka dan dirancang sebagai wadah pembentukan karakter melalui aktivitas kepramukaan.
Euis menegaskan, keterampilan kepramukaan perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Seorang Pramuka, menurutnya, tidak cukup hanya memiliki kemampuan fisik, kemandirian, dan kedisiplinan, tetapi juga harus peka terhadap persoalan sosial serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang dibawa dalam pelaksanaan Pecapa 2026. Peserta didik diarahkan untuk menerapkan semangat gotong royong, saling membantu, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan selama mengikuti kegiatan perkemahan.
Rangkaian Pecapa diawali dengan pendirian tenda dan upacara pembukaan. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, pembinaan kedisiplinan, kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan, hingga malam keakraban dan api unggun.
Berbagai aktivitas tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis kepramukaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Sikap rela menolong, bertanggung jawab, disiplin, dan menjaga lingkungan menjadi bagian dari karakter yang diharapkan tumbuh melalui kegiatan tersebut.
Bagi MAN 3 Majalengka, Pecapa juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan ukhuwah antarpeserta didik. Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok melatih peserta untuk bekerja sama, berbagi tugas, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama.
Kepala Kankemenag Majalengka berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta selama mengikuti perkemahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Dengan dibukanya Pecapa secara resmi oleh Kepala Kankemenag Majalengka, MAN 3 Majalengka menegaskan komitmennya menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki kepedulian. Pramuka diharapkan tidak hanya mampu berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi juga hadir untuk sesama dan lingkungan.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar