Cingambul (KEMENAG) — MTsN 11 Majalengka kembali melaksanakan program SIGAP (Sedekah, Infak Generasi Anak Peduli) pada Rabu (14/10/2026). Program yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini bertujuan menanamkan kebiasaan bersedekah dan berinfak kepada siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Pelaksanaan program SIGAP menjadi salah satu upaya madrasah dalam membentuk karakter siswa yang peduli, dermawan, dan memiliki kepekaan sosial. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak harta, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki dengan ikhlas sesuai kemampuan.
Selain membiasakan siswa berinfak dan bersedekah, program SIGAP juga diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai kebaikan, seperti keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Wali kelas VII-6 MTsN 11 Majalengka, Winda Rahma Fauziah, S.Pd., menyampaikan bahwa program SIGAP memiliki peran penting dalam mendidik siswa agar terbiasa berbagi dan membantu sesama sejak dini.
“Program SIGAP merupakan sarana yang baik untuk menanamkan kepedulian sosial kepada siswa. Kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa infak dan sedekah bukan hanya tentang jumlah yang diberikan, melainkan juga tentang keikhlasan dan kepedulian terhadap orang lain. Semoga kebiasaan baik ini terus tumbuh dan menjadi karakter positif dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh siswa dapat berpartisipasi dalam program SIGAP dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Melalui pelaksanaan program SIGAP secara berkelanjutan, MTsN 11 Majalengka berkomitmen mendukung pembentukan karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial. Semangat bersedekah dan berinfak diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang memberikan manfaat bagi sesama serta memperkuat budaya saling membantu di lingkungan madrasah.
Kontributor: Riyan Mardiyana


Komentar