Rajagaluh (KEMENAG) – Komitmen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka dalam mencetak generasi yang melek literasi Al-Qur’an terus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata. Pada Rabu (16/9/2026), kegiatan pendampingan khusus bertajuk “Berantas Buta Huruf Arab” kembali dilaksanakan di lingkungan masjid madrasah. Program bimbingan intensif ini dikawal langsung oleh tim pendidik keagamaan yang berdedikasi tinggi, yakni Sulaeman, S.Pd.I., Maesaroh, S.Pd.I., M.Pd., Ida Udaedah, S.H.I., dan Cicih, S.Pd.
Program mulia ini sejatinya telah konsisten berjalan selama lebih dari dua bulan terakhir. Dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa hingga Kamis pada jam pertama pagi hari, strategi pendekatannya dirancang dengan sangat efektif dan ramah anak.
Mekanismenya, ketika mayoritas peserta didik lainnya tengah melaksanakan rutinitas pembiasaan bilingual di lapangan utama, para siswa khusus yang masih membutuhkan bimbingan pengenalan aksara Arab ini diarahkan ke masjid madrasah. Pengalihan lokasi ke area masjid yang tenang dan kondusif ini bertujuan agar para siswa bisa mendapatkan perhatian yang lebih personal, fokus, dan tentunya terhindar dari rasa minder atau malu terhadap teman-teman sebayanya.
Berkat ketelatenan dan kesabaran Sulaeman beserta tiga guru pembimbing lainnya, program ini sukses mencetak progres yang sangat menggembirakan. Perlahan namun pasti, banyak siswa yang awalnya benar-benar buta huruf hijaiyah, kini sudah mulai familier, percaya diri, dan lancar merangkai huruf demi huruf melalui metode buku Iqra.
Mewakili tim pembimbing, Sulaeman mengungkapkan rasa harunya melihat kegigihan para siswa. Di sela-sela kegiatan pendampingan, ia turut memberikan apresiasi sekaligus rekomendasi penting agar kemampuan anak-anak asuhnya semakin terasah.
“Alhamdulillah, progres anak-anak selama dua bulan lebih ini sangat luar biasa. Mereka yang awalnya kesulitan, kini sudah menumbuhkan rasa cinta dan mulai lancar mengeja Iqra. Mengingat waktu belajar di madrasah sangat terbatas, Bapak sangat merekomendasikan agar semangat membaca ini terus dilanjutkan di rumah. Mohon kepada para orang tua untuk turut mendampingi putra-putrinya mengulang bacaan Iqra setiap selesai salat Magrib. Untuk anak-anakku yang sedang berjuang, jangan pernah patah semangat apalagi malu. Ketahuilah, setiap satu huruf Al-Qur’an yang kalian eja dengan susah payah, Allah catat sebagai pahala yang berlipat ganda,” tutur Sulaeman dengan nada yang penuh kehangatan dan motivasi.
Keberlangsungan program “Berantas Buta Huruf Arab” ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pendidikan di MTsN 12 Majalengka sangat inklusif dan mengedepankan asas keadilan. Madrasah memastikan tidak ada satu pun anak didiknya yang tertinggal dalam mengenal pedoman hidup mereka. Melalui sentuhan kasih sayang dan ketelatenan para guru, madrasah optimis tunas-tunas muda ini kelak akan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan lidahnya senantiasa basah oleh lantunan ayat suci.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar