Berita Daerah MAN

Belajar Pancasila Lewat Galeri Artefak, Murid Kelas X.4 MAN 2 Majalengka Tampilkan Nilai Persatuan melalui Angklung

Rajagaluh (KEMENAG) — Pembelajaran Pendidikan Pancasila (PP) di kelas X.4 MAN 2 Majalengka berlangsung kreatif melalui metode praktik monolog galeri artefak.Kegiatan yang dibimbing oleh Rahayu Suzy Septiani, S.Pd. ini mengajak murid membawa benda-benda yang memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai setiap sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026).

Melalui metode tersebut, murid tidak hanya mempelajari Pancasila secara teoretis, tetapi juga berlatih mengidentifikasi, menjelaskan, dan menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan benda-benda yang dijumpai di lingkungan sekitar. Setiap murid berkesempatan mempresentasikan benda yang dibawanya melalui monolog, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.

Salah satu murid, Putri, membawa angklung sebagai artefak yang merepresentasikan sila ketiga Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”. Angklung merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan mengandalkan keselarasan bunyi dan kerja sama antarpemain. Setiap angklung memiliki nada yang berbeda, tetapi ketika dimainkan bersama, alat musik tersebut menghasilkan harmoni yang indah.

Melalui contoh tersebut, murid diajak memahami bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila setiap individu saling menghargai, bekerja sama, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Nilai tersebut sejalan dengan semangat persatuan yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila.

Selain memahami makna simbolis benda yang dipilih, murid juga berlatih menyampaikan gagasan secara lisan dengan runtut dan percaya diri. Metode monolog galeri artefak memberikan ruang bagi murid untuk menjelaskan alasan pemilihan benda, nilai Pancasila yang diwakilinya, serta contoh penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

Guru Pendidikan Pancasila, Rahayu menekankan bahwa pembelajaran melalui artefak dapat membantu murid memahami Pancasila secara lebih dekat dengan kehidupan nyata.

“Melalui kegiatan monolog galeri artefak, saya ingin murid memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari dan dihafalkan, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Benda-benda sederhana di sekitar kita dapat menjadi media untuk memahami makna setiap sila. Angklung, misalnya, mengajarkan bahwa perbedaan dapat menghasilkan harmoni apabila kita mampu bekerja sama dan menjaga persatuan,” ungkap Rahayu.

Kegiatan pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran aktif yang mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan reflektif. Melalui pengamatan terhadap benda-benda konkret, murid diharapkan mampu menghubungkan nilai-nilai dasar negara dengan perilaku nyata, seperti menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, bekerja sama, dan memperkuat rasa kebersamaan.

MAN 2 Majalengka terus berupaya menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang inovatif dan relevan dengan kehidupan murid. Dengan mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman sehari-hari, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya memahami dasar negara, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *