Berita Daerah MAN

Asah Keterampilan Praktikum, Murid X.10 MAN 2 Majalengka Pelajari Besaran dan Pengukuran Alat Ukur Panjang

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.10 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Fisika dengan materi besaran dan pengukuran, khususnya penggunaan alat ukur panjang. Kegiatan yang dibimbing oleh guru Fisika, Nana Suyatna, S.Pd., ini bertujuan meningkatkan pemahaman murid mengenai konsep pengukuran serta keterampilan menggunakan alat ukur secara tepat dan teliti. Pembelajaran tersebut dilaksanakan pada Senin (26/10/2026).

Besaran merupakan sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai serta satuan. Dalam Fisika, besaran panjang termasuk besaran pokok dengan satuan dasar meter (m) dalam Sistem Internasional (SI). Pengukuran menjadi bagian penting dalam kegiatan ilmiah karena hasilnya digunakan untuk mengamati, membandingkan, dan menganalisis suatu objek atau fenomena.

Pada materi ini, murid diperkenalkan dengan beberapa alat ukur panjang, seperti penggaris, meteran, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Setiap alat memiliki fungsi serta tingkat ketelitian yang berbeda sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan ukuran dan karakteristik benda yang diukur.

Penggaris dan meteran umumnya digunakan untuk mengukur panjang benda dengan rentang ukuran yang relatif besar. Sementara itu, jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman suatu benda. Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur benda berukuran kecil dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi.

Selain mengenali fungsi alat, murid perlu memahami cara membaca skala dan menuliskan hasil pengukuran beserta satuannya. Ketelitian dalam membaca skala sangat penting agar hasil pengukuran tidak mengalami kesalahan yang dapat memengaruhi analisis selanjutnya.

Perkuat Kinerja dan Profesionalisme, MTsN 7 Majalengka Gelar Briefing Bahas AI hingga Persiapan ASAS 2026

Nana menyampaikan bahwa keterampilan menggunakan alat ukur merupakan kemampuan dasar yang perlu dikuasai murid dalam mempelajari Fisika.

“Dalam pembelajaran Fisika, pengukuran tidak hanya berkaitan dengan mendapatkan angka, tetapi juga memahami cara menggunakan alat ukur dengan benar, membaca skala secara teliti, dan menuliskan hasilnya sesuai satuan. Saya berharap murid dapat menguasai keterampilan dasar ini agar lebih siap mengikuti kegiatan praktikum dan memahami materi Fisika berikutnya,” ungkap Nana.

Nana juga menekankan pentingnya sikap cermat dan objektif ketika melakukan pengukuran. Dengan membiasakan diri bekerja secara teliti, murid diharapkan mampu menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta mengembangkan pola pikir ilmiah.

Pembelajaran Fisika di kelas X.10 MAN 2 Majalengka ini menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman konsep dan keterampilan praktis murid. Melalui penguasaan materi besaran dan pengukuran alat ukur panjang, murid diharapkan semakin terampil melakukan pengukuran, berpikir kritis, dan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Rakor PAI Kemenag Majalengka: Bahas Digitalisasi Data Guru, Hak PPG, dan Legalitas Pokjawas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *