Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.11 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Fisika dengan materi besaran dan pengukuran. Kegiatan pembelajaran yang dibimbing oleh Nana Suyatna, S.Pd. ini berfokus pada pengenalan alat ukur panjang, penentuan nilai skala terkecil (NST), serta cara membaca dan menentukan hasil pengukuran secara tepat kegiatan dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026).
Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari bahwa pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan acuan. Dalam Fisika, pengukuran menjadi dasar penting untuk memperoleh data yang dapat dianalisis secara ilmiah. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggunaan alat ukur dan ketelitian dalam membaca skala perlu dikuasai sejak awal.
Materi pembelajaran mencakup penggunaan beberapa alat ukur panjang, seperti penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Setiap alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan objek yang diukur dan ketelitian yang dibutuhkan.
Murid juga mempelajari nilai skala terkecil (NST), yaitu nilai terkecil yang dapat dibaca atau ditunjukkan oleh suatu alat ukur. Pada penggaris, NST umumnya sebesar 1 mm, sedangkan pada jangka sorong dan mikrometer sekrup, NST bergantung pada spesifikasi alat yang digunakan. Pemahaman ini membantu murid menentukan ketelitian alat sekaligus membaca hasil pengukuran dengan benar.
Selain itu, murid diarahkan untuk memahami cara menentukan hasil pengukuran berdasarkan skala alat. Pada jangka sorong, hasil pengukuran diperoleh dengan memperhatikan skala utama dan skala nonius. Sementara itu, pada mikrometer sekrup, pembacaan dilakukan dengan menggabungkan nilai skala utama dan skala putar. Melalui pemahaman tersebut, murid dilatih untuk menghindari kesalahan pembacaan dan menyajikan hasil pengukuran secara sistematis.
Guru Fisika, Nana menekankan bahwa keterampilan mengukur tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan alat, tetapi juga membutuhkan ketelitian, kecermatan, dan pemahaman terhadap konsep dasar Fisika.
“Pembelajaran besaran dan pengukuran merupakan dasar penting dalam mempelajari Fisika. Murid perlu memahami cara menggunakan alat ukur, menentukan nilai skala terkecil, serta membaca hasil pengukuran dengan tepat. Saya berharap melalui pembelajaran ini, murid semakin teliti, cermat, dan mampu menerapkan keterampilan pengukuran dalam berbagai kegiatan praktikum maupun kehidupan sehari-hari,” ungkap Nana.
Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu mengembangkan keterampilan proses sains, terutama dalam melakukan pengamatan, menggunakan alat ukur, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengukuran. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk memahami berbagai fenomena alam secara objektif dan terukur.
MAN 2 Majalengka terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan pemahaman konsep dan keterampilan praktis agar murid tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat. Dengan demikian, pembelajaran Fisika diharapkan dapat menumbuhkan sikap ilmiah, rasa ingin tahu, serta kebiasaan bekerja secara teliti dan bertanggung jawab.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar