Berita Daerah MAN

Asah Kemampuan Literasi, Murid Kelas X-2 MAN 2 Majalengka Bedah Unsur dan Nilai Cerpen

Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas X-2 MAN 2 Majalengka mempelajari analisis karakterisasi, alur (plot), dan nilai-nilai dalam cerita pendek (cerpen) pada pembelajaran Bahasa Indonesia, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Dra. Ema Halimaturrosyidah ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi, mengasah keterampilan menganalisis karya sastra, serta menumbuhkan pemahaman murid terhadap pesan yang terkandung dalam cerita.

Melalui pembelajaran ini, murid diperkenalkan pada unsur-unsur penting dalam cerpen, meliputi karakterisasi atau penggambaran watak tokoh, alur yang membentuk rangkaian peristiwa, serta nilai-nilai kehidupan yang disampaikan melalui cerita. Pemahaman terhadap ketiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menganalisis karya sastra secara menyeluruh.

Pembelajaran memberikan kesempatan kepada murid untuk mengasah kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan mengidentifikasi watak tokoh, memahami hubungan antarperistiwa dalam cerita, serta menemukan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Melalui proses analisis, murid dilatih untuk memahami isi cerita berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya.

Selain meningkatkan keterampilan membaca dan menganalisis teks, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi murid untuk memahami berbagai nilai kehidupan yang tercermin dalam karya sastra. Dengan mempelajari cerpen, murid diajak mengembangkan kepekaan terhadap persoalan kehidupan sekaligus belajar mengambil hikmah dari tindakan dan pengalaman para tokoh.

 Ema menekankan pentingnya memahami unsur-unsur cerpen sebagai bagian dari pengembangan kemampuan literasi dan berpikir kritis murid.

Seksi Pendidikan Madrasah Evaluasi Penggunaan Dana BOS di Empat Madrasah

“Melalui pembelajaran cerpen, murid diharapkan tidak hanya mampu memahami jalan cerita, tetapi juga menganalisis karakter tokoh dan menemukan nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, kemampuan literasi dan berpikir kritis murid dapat terus berkembang,” ujar Ema 

Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 2 Majalengka, murid diharapkan semakin terampil menganalisis karya sastra, menyampaikan pendapat berdasarkan pemahaman teks, serta mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *