Berita Daerah MAN

Asah Kemampuan Berbahasa Sunda, Murid Kelas XII-10 MAN 2 Majalengka Dalami Rarangken Barung

Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas XII-10 MAN 2 Majalengka mendalami materi Rarangken Barung dalam pembelajaran Bahasa Sunda yang dipandu oleh Reni Tania Nurmala, S.Pd. Pembelajaran ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembentukan kata dalam Bahasa Sunda sekaligus mengasah keterampilan berbahasa secara tepat, pada Rabu (14/10/2026). 

Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari rarangken barung, yaitu penggunaan gabungan imbuhan yang melekat pada kata dasar untuk membentuk kata dengan makna tertentu. Materi ini menjadi bagian penting dalam memahami tata bahasa Sunda, terutama dalam mengenali perubahan bentuk kata dan penggunaannya dalam kalimat.

Melalui pembahasan contoh kata dan kalimat, siswa diarahkan untuk mengidentifikasi kata dasar, memahami bentuk imbuhan yang digunakan, serta mengamati perubahan makna yang dihasilkan. Pemahaman tersebut membantu murid menyusun kalimat yang lebih tepat sesuai kaidah Bahasa Sunda.

Kegiatan pembelajaran ini juga melatih ketelitian siswa dalam mengenali struktur kata dan menerapkan aturan kebahasaan. Dengan memahami materi secara bertahap, siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, serta menggunakan Bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari.

Reni menekankan pentingnya memahami kaidah pembentukan kata agar siswa dapat menggunakan Bahasa Sunda secara baik dan benar.

Seksi Pendidikan Madrasah Evaluasi Penggunaan Dana BOS di Empat Madrasah

“Melalui pembelajaran Rarangken Barung, siswa diharapkan mampu memahami proses pembentukan kata dalam Bahasa Sunda serta menerapkan kaidah kebahasaan tersebut dengan tepat dalam menyusun kalimat,” ujar Reni 

Pembelajaran Bahasa Sunda di MAN 2 Majalengka menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi bahasa daerah sekaligus menjaga keberlangsungannya di kalangan generasi muda. Dengan mempelajari kaidah kebahasaan secara mendalam, murid diharapkan semakin terampil menggunakan Bahasa Sunda dan turut melestarikan kekayaan budaya daerah.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *