Berita Kemenag
Beranda » Berita » Kajian Kitab Al-Hikam Kemenag Majalengka: Jangan Ragukan Pertolongan Allah dan Selalu Syukuri Nikmat

Kajian Kitab Al-Hikam Kemenag Majalengka: Jangan Ragukan Pertolongan Allah dan Selalu Syukuri Nikmat

Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali menyelenggarakan kegiatan rutin pembinaan mental melalui Kajian Kitab Al-Hikam karya ulama besar Ibnu Athaillah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) pagi ini bertempat di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka.

Acara keagamaan ini diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag serta aparatur sipil negara (ASN) dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.; Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag.; serta jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan Kemenag Majalengka.

Pada kesempatan kali ini, kajian dipimpin oleh Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., yang merupakan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Majalengka. Ia membedah tiga hikmah penting sekaligus, yakni hikmah ke-197, 198, dan 199, yang berfokus pada pentingnya berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT, memahami esensi ujian, serta mensyukuri nikmat sebelum dicabut.

Larangan Melemahkan Kekuasaan Allah

Memasuki pembahasan hikmah ke-197,

Gebyar Muharam 1448 H: Nikah Massal di Jatitujuh Jadi Wujud Nyata Pelayanan Umat Kemenag Majalengka

مَنْ اسْتَغْرَبَ أَنْ يُنْقِذَهُ اللهُ مِنْ شَهْوَتِهِ أَوْ أَنْ يُخْرِجَهُ مِنْ وُجُوْدِ غَفْلَتِهِ فَقَدْ اسْتَصْغَرَ قُدْرَةَ اللهِ

“Barang siapa yang menganggap mustahil (asing) bahwa Allah akan menyelamatkannya dari syahwatnya, atau mengeluarkannya dari keberadaan kelalaiannya, maka sesungguhnya ia telah menganggap kecil kekuasaan Allah.”

Ojun Rojun menjelaskan bahwa seorang hamba dilarang keras merasa pesimistis atau menganggap tidak mungkin mendapatkan pertolongan Allah untuk keluar dari kelalaian dan belenggu syahwat. Menurutnya, sikap ragu tersebut merupakan bentuk meremehkan dan menganggap lemah kekuasaan Allah SWT.

“Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Seburuk apa pun masa lalu kita, yakinlah bahwa masa depan kita masih bersih. Lembaran baru ke depan sangat bergantung pada apa yang kita rencanakan dan azamkan saat ini,” ujar Ojun di hadapan para jemaah.

Ia juga menyitir Surah Az-Zumar ayat 53. Ayat ini merupakan penegasan Allah SWT mengenai kasih sayang-Nya bagi hamba-hamba yang melampaui batas dan harapan untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya:

Tingkatkan Kualitas Ibadah Haji dan Semangat Hijrah, Kemenag Majalengka Gelar Apel Pagi Bersama

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.””

Dan Hadis Kudsi yang menegaskan bahwa Allah SWT akan memperlakukan hamba-Nya sebagaimana prasangka yang dimiliki hamba tersebut kepada-Nya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hadiri Peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Kemenag Majalengka Tekankan Pentingnya Solidaritas Kemanusiaan

Jika seorang hamba optimistis dan yakin akan pertolongan-Nya, maka jalan keluar dan perubahan positif akan nyata terwujud dalam hidup. Ojun bahkan mengorelasikannya secara universal dengan teori motivasi modern, the law of attraction, yang menekankan bahwa pikiran positif akan membuahkan hasil yang positif pula.

Hikmah di Balik Kegelapan dan Ujian

Melanjutkan pada hikmah ke-198,

رُبَّمَا وَرَدَتِ الْغَفْلَةُ عَلَيْكَ لِيُعَرِّفَكَ قَدْرَ مَا مَنَّ بِهِ عَلَيْكَ.

“Terkadang kegelapan (kelalaian) datang kepadamu untuk memberitahukan kepadamu kadar (nilai) nikmat yang Allah berikan kepadamu.”

Kajian tersebut mengupas tentang alasan Allah mendatangkan “kegelapan” atau fase kesulitan dalam hidup manusia. Ojun memaparkan bahwa masa-masa sulit atau fase ketika seseorang menyadari kekelaman dosanya, sejatinya merupakan cara Allah untuk menunjukkan betapa besarnya nilai sebuah cahaya petunjuk dan nikmat-Nya.

“Segala sesuatu akan terasa jauh lebih nikmat dan berharga manakala kita sudah melewati masa-masa sulit dan kesempitan. Keberhasilan dan kemanisan iman itu berbanding lurus dengan jerih payah serta masyaqqah (kesulitan) yang kita rasakan dalam prosesnya,” tambahnya sembari mengutip sebuah kata mutiara (mahfuzat) tentang pentingnya bersabar dalam perihnya menuntut ilmu.

Menyadari Nilai Nikmat Sebelum Hilang

Sebagai penutup pada hikmah ke-199,

مَنْ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَ النِّعَمِ بِوُجُوْدِهَا عَرَفَهَا بِوُجُوْدِ فِقْدَانِهَا.

Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Majalengka ini mengingatkan seluruh jemaah agar tidak menjadi hamba yang baru menyadari besarnya suatu nikmat setelah nikmat tersebut diambil kembali oleh Allah SWT.

Ia mencontohkan betapa seringnya manusia abai terhadap nikmat kesehatan sewaktu sehat, dan baru mengeluh serta merindukannya ketika jatuh sakit. Oleh karena itu, kunci utama agar nikmat tersebut terus bertahan dan dilipatgandakan oleh Allah adalah melalui konsistensi bersyukur.

“Jangan sampai kita ditegur terlebih dahulu oleh Allah dengan cara dicabutnya nikmat baru kita tersadar. Mari kita bangun kesadaran dan rasa syukur di saat nikmat itu masih ada bersama kita,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan mental berkala ini diakhiri dengan sesi penguatan, arahan, dan doa bersama yang dipimpin oleh jajaran pimpinan Kantor Kemenag dan Kemenhaj Kabupaten Majalengka demi meningkatkan integritas serta spiritualitas pelayanan publik para pegawai.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *