Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan spiritual keagamaan bertajuk “Subuh Akbar” di Masjid Agung Al-Imam Majalengka pada Jumat pagi (12/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, aparatur sipil negara (ASN), serta ratusan jemaah dari berbagai wilayah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., hadir secara langsung dan mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran Kepala Kantor yang juga sebagai Ketua DWP Kemenag Majalengka didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) yang juga menjabat sebagai Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.P.d.I.; Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. H. Faisal, M.Pd.; Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag.; serta jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Majalengka.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Aeron Randi, A.P., M.P., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Kepala Kantor Kemenhaj, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; Asisten Daerah I, H. Yusanto Wibowo, S.IP., M.P.; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) sekaligus Ketua DKM Masjid Agung Al-Imam, Taswara, S.Sos., M.I.Kom.; Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Iim Maemunah beserta jajaran; para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD); para camat; serta ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka.

Kajian Subuh: Pentingnya Ilmu yang Bermanfaat dan Menjaga Niat
Selepas melaksanakan shalat subuh berjamaah, rangkaian acara dilanjutkan dengan Kajian Subuh yang disampaikan oleh Drs. K.H. Mansyur, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Banjaran sekaligus Ketua MUI Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran.
Dalam uraian ceramahnya, K.H. Mansyur memaparkan mengenai pembagian ibadah menjadi dua macam, yakni ibadah mahdhoh (vertikal) yang langsung berhubungan dengan Allah dan ibadah ghairu mahdhoh (horizontal) yang mengatur hubungan antarmanusia. Ia juga menekankan pentingnya melandasi setiap pekerjaan dengan niat yang benar agar bernilai ibadah di sisi Allah, sesuai dengan hadits nabi “Innamal a’malu bin-niyyat”.

“Kunci agar setiap aktivitas kita bernilai ibadah adalah niat yang tulus. Jika niat kita orientasinya akhirat, maka urusan dunia akan ikut terbawa. Sebaliknya, jika orientasinya hanya dunia, maka kita tidak akan mendapatkan bagian di akhirat kelak,” ujar Mansyur.
Selain itu, Mansyur juga memaparkan tiga doa penting selepas shalat subuh, yaitu memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima. Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, Mansyur menjelaskan bahwa ciri ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membuahkan rasa takut (khauf) dan ketakwaan yang semakin tinggi kepada Allah Rabbul ‘Alamin, yang tecermin dari meningkatnya kualitas ibadah, muamalah, serta tanggung jawab dalam memimpin keluarga.
Di akhir kajian, Mansyur mengingatkan para jemaah untuk menghindari waktu-waktu tidur yang dibenci oleh agama, salah satunya adalah tidur selepas shalat subuh karena dapat menghambat datangnya rezeki, baik rezeki berupa kesehatan, harta, maupun ilmu. Acara kajian ini pun ditutup secara interaktif dengan sesi kuis keagamaan yang disambut antusias oleh para jemaah, khususnya dari wilayah Kecamatan Banjaran.

Apresiasi Kepala Kantor Kemenag Majalengka
Diwawancarai seusai kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Euis Damayanti menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Subuh Akbar dan Kajian Subuh yang berjalan dengan sangat khidmat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah serta meningkatkan kualitas spiritualitas para ASN dan masyarakat Majalengka.

“Subuh Akbar ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah gerakan moral untuk membiasakan hal-hal baik sejak awal hari. Apa yang disampaikan dalam kajian tadi sangat menyentuh dan relevan bagi kita sebagai pelayan masyarakat. Sebagai ASN, kita harus memastikan bahwa tugas pelayanan yang kita lakukan setiap hari diniatkan dengan tulus sebagai ibadah, agar mendatangkan keberkahan,” tutur Euis.
Ia juga menambahkan bahwa Kemenag Majalengka akan terus mendukung program-program keagamaan yang bersinergi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan visi Majalengka yang religius, harmonis, dan maju.
“Kombinasi antara shalat subuh berjamaah dan thalabul ilmi (menuntut ilmu) lewat kajian seperti ini adalah benteng pertahanan moral yang luar biasa bagi kita dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
Suasana religius dan kebersamaan begitu kental terasa hingga akhir acara, yang kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar