Berita Kemenag
Beranda » Berita » Tim Kelembagaan Kanwil Kemenag Jabar Laksanakan Monitoring dan Evaluasi BOS Optimalisasi TA 2025

Tim Kelembagaan Kanwil Kemenag Jabar Laksanakan Monitoring dan Evaluasi BOS Optimalisasi TA 2025

Majalengka (KEMENAG) — Tim Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat didampingi Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Majalengka melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Optimalisasi Tahun Anggaran 2025 pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin oleh Katim Kelembagaan, Drs. H. Nunu Sohih Aminudin, S.Ag., M.M., dengan mengunjungi lima madrasah penerima bantuan, yaitu MA PUI Maja, MTs PUI Kasturi, MTs Ma’arif Cikedung, MI PUI Cimeong, dan MI PUI Cicalung.

Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program BOS Optimalisasi, khususnya bantuan pada bidang sanitasi dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan manfaat bagi warga madrasah.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan terhadap Surat Pertanggungjawaban (SPJ), kelengkapan administrasi, serta meninjau secara langsung bukti fisik hasil pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui BOS Optimalisasi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan agar pengelolaan bantuan pemerintah dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.

Nunu Sohih Aminudin menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

Perkuat Ukhuwah dan Nilai Syar’i, Kemenag dan Pemkab Majalengka Gelar Subuh Akbar di Masjid Agung Al-Imam

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh bantuan BOS Optimalisasi telah digunakan sesuai petunjuk teknis, baik dari sisi administrasi maupun realisasi fisik di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan agar pengelolaan bantuan semakin tertib dan akuntabel,” ujar Nunu.

Ia menambahkan bahwa keberadaan sarana sanitasi dan fasilitas UKS yang memadai sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

Kegiatan monitoring dan evaluasi berlangsung dengan lancar serta mendapat sambutan positif dari pihak madrasah. Diharapkan hasil monitoring ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan bantuan pemerintah serta mendukung terwujudnya madrasah yang maju, mandiri, dan berprestasi.

Kontributor : Dwi Winarti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *