Berita Kemenag MAN
Beranda » Berita » Menuju Adiwiyata Nasional, MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi

Menuju Adiwiyata Nasional, MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi

Jatiwangi (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menghadiri sekaligus membuka kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi untuk Membangun Karakter Religius Ekologis” di MAN 3 Majalengka, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan strategis ini digelar melalui kolaborasi nyata dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Hadir dalam acara tersebut Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd.; Ketua Jurusan Pendidikan MIPA UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Sumiyati Sa’adah, S.Si., M.Si., beserta jajaran dari Program Studi Biologi; serta seluruh civitas akademika dan kader Adiwiyata MAN 3 Majalengka.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang mendukung program penguatan ekoteologi di lingkungan madrasah. Ia menegaskan bahwa MAN 3 Majalengka sebagai madrasah berpredikat Adiwiyata harus terus menunjukkan komitmen nyata dalam penataan dan pelestarian lingkungan.

“MAN 3 Majalengka telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi pada tahun 2021. Hari ini, kita dorong bersama agar mampu menuju Adiwiyata Nasional. Hal ini membutuhkan komitmen seluruh warga madrasah,” ujar Euis.

Lebih lanjut, Euis menekankan pentingnya menumbuhkan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan sebagai bagian dari karakter religius ekologis. Hal-hal yang menjadi perhatian utama di antaranya adalah pengelolaan sampah yang baik, penghijauan lingkungan, serta penghematan energi.

Perkuat Ukhuwah dan Nilai Syar’i, Kemenag dan Pemkab Majalengka Gelar Subuh Akbar di Masjid Agung Al-Imam

“Program Adiwiyata harus didukung oleh semua pihak. Tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok di lingkungan madrasah, serta menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.

Euis menambahkan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang sejalan dengan konsep ekoteologi, yaitu integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia pun berharap kerja sama antara MAN 3 Majalengka dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat terus dikembangkan ke berbagai aspek pendidikan dan pengembangan akademik lainnya.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Majalengka, Ela Nurlaela dalam ucapan selamat datangnya menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas kehadiran Kepala Kantor Kemenag Majalengka di tengah jadwal yang padat, serta apresiasi kepada tim PKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah hadir di Jatiwangi.

Menurut Ela, dunia pendidikan saat ini menuntut adanya kolaborasi nyata. Kehadiran tim PKM dari UIN Bandung dinilai sebagai jembatan emas untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan inovasi dari lingkungan kampus ke madrasah.

“Ketika kami sedang berproses menuju Adiwiyata Nasional, datang program PKM dari kampus. Ini seperti gayung bersambut, sebuah simbiosis mutualisme yang saling membutuhkan. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh warga MAN 3 Majalengka, khususnya para kader Adiwiyata, untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Serap ilmu, pengalaman, dan inspirasi dari para narasumber,” tutur Ela.

MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi, Siswa Antusias Ikuti Praktik Langsung

Di akhir sambutannya, Ela menyampaikan bahwa peran Kepala Kantor Kemenag Majalengka sangat besar sebagai pembuka jalan bagi keberhasilan MAN 3 Majalengka sejak meraih predikat di tingkat provinsi. Ia pun memohon bimbingan, arahan, serta doa restu agar cita-cita MAN 3 Majalengka menuju Madrasah Adiwiyata Nasional dapat segera terwujud.

Melalui pelatihan berbasis ekoteologi ini, diharapkan kesadaran warga madrasah dalam menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus mampu mewujudkan ekosistem madrasah yang unggul, religius, dan berwawasan ekologis.

Kontributor : Taupik Hidayat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *