Jatitujuh (KEMENAG) – Guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang humanis, religius, dan bermakna, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Majalengka menggelar kegiatan Diseminasi Implementasi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan staf tata usaha tersebut berlangsung dengan khidmat di lingkungan madrasah pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan diseminasi ini dibuka secara resmi oleh Pengawas Madrasah, Hj. Siti Evi Alivia, S.Ag., M.Pd. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) implementasi KBC merupakan langkah strategis untuk membangun suasana belajar yang mendalam bagi peserta didik.
Menurut Siti Evi Alivia, penerapan KBC tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, melainkan harus menyentuh ranah afektif siswa.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, religiusitas, dan pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara terpadu melalui penggabungan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dengan pendekatan lintas disiplin ilmu agar lebih kontekstual dan menyentuh kehidupan nyata siswa,” ujar Evi saat menyampaikan arahannya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, M.Si., dalam sambutan sekaligus pembinaannya menekankan bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan sangat bergantung pada matangnya persiapan yang dilakukan oleh para tenaga pendidik. Ia memandang diseminasi ini sebagai momentum krusial dalam menyongsong kalender akademik yang baru.
“Perencanaan awal merupakan hal yang sangat vital sebelum kita menyusun sebuah program pembelajaran. Perencanaan yang baik akan menghasilkan program yang baik pula. Kegiatan diseminasi ini sangat bermanfaat bagi para guru, selain untuk menambah wawasan, juga sebagai persiapan matang kita bersama dalam menghadapi tahun ajaran baru,” tegas Dedi.
Untuk membedah konsep tersebut, madrasah menghadirkan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 7 Majalengka, Teddy Hermansyah, S.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Teddy yang juga aktif sebagai Pengurus MGMP PP MTs Jawa Barat ini mengupas tuntas filosofi KBC sekaligus membagikan berbagai praktik baik (best practice) yang dapat diadaptasi oleh para guru di kelas.
Teddy menjelaskan bahwa esensi dari KBC adalah menempatkan rasa kasih sayang dan kepedulian sebagai fondasi utama interaksi antara guru dan murid, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan sekadar metode, melainkan sebuah komitmen hati. Kita ingin menggeser paradigma belajar dari yang semula berpusat pada penuntasan materi, menjadi berpusat pada pemenuhan kebutuhan emosional dan intelektual anak. Ketika siswa merasa dicintai dan dihargai, potensi terbaik mereka akan melejit secara alami,” jelas Teddy di hadapan para peserta.
Guna memastikan pemahaman teoritis langsung bertransformasi menjadi kecakapan praktis, seluruh guru diwajibkan membawa laptop. Acara pun langsung dilanjutkan dengan workshop intensif penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) KBC yang mengacu pada buku pedoman atau petunjuk teknis (juknis) resmi.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama saat memasuki sesi diskusi interaktif dan praktik mandiri penyusunan perangkat ajar. Melalui pengawalan langsung oleh narasumber, para guru diajak merumuskan indikator pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Dengan suksesnya penyelenggaraan diseminasi dan workshop ini, MTsN 7 Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus memelopori peningkatan mutu pendidikan di daerah. Madrasah ini bertekad melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kaya akan nilai cinta, kepedulian, serta karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Teddy Hermansyah


Komentar