Berita Daerah

Tingkatkan Literasi, Siswa Kelas XI.8 MAN 1 Majalengka Analisis Cerpen Berlatar Sejarah

TALAGA (KEMENAG) — Siswa kelas XI.8 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berfokus pada analisis unsur intrinsik cerpen berlatar belakang sejarah di ruang kelas XI.8, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah konkret madrasah dalam memperkuat tradisi literasi sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis siswa melalui apresiasi karya sastra.

Pembelajaran yang dibimbing langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Titin Watoniah, S.Pd., berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Dalam prosesnya, para siswa diajak membaca cerpen sejarah secara saksama, dilanjutkan dengan mengidentifikasi berbagai komponen pembangun cerita, meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, amanat, hingga gaya bahasa yang digunakan penulis.

Titin Watoniah menjelaskan bahwa penekanan pada materi cerpen berlatar sejarah memiliki nilai strategis ganda bagi perkembangan intelektual dan karakter peserta didik. Menurutnya, karya sastra jenis ini tidak hanya menguji ketajaman analisis kebahasaan, tetapi juga mentransfer nilai-nilai perjuangan bangsa kepada generasi muda.

“Melalui analisis unsur intrinsik ini, siswa dilatih memahami hubungan antarunsur dalam cerita dan menggali pesan moral pengarang. Lebih dari itu, latar belakang sejarah yang diangkat bertujuan menumbuhkan kesadaran sejarah serta rasa cinta tanah air agar siswa mampu menghargai perjuangan para pendahulu,” ujar Titin di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam memperkaya wawasan kesastraan, mendalami nilai-nilai kehidupan, serta meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Sebagai tindak lanjut, pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 1 Majalengka akan terus diarahkan pada program-program penguatan literasi berbasis proyek agar membaca dan menganalisis karya sastra menjadi kebiasaan yang melekat pada diri peserta didik.

KUA Sukahaji Survei dan Ukur Tanah Wakaf Seluas 213 Meter Persegi di Desa Jayi, Tingkatkan Target Pendataan Wakaf

Melalui pelaksanaan pembelajaran yang inovatif dan bermakna ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di madrasah, sekaligus mendukung komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang literat, berkarakter, dan berdaya saing.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *