Berita Daerah MAN

Kawal Mutu KBM, Ketua LPM MAN 1 Majalengka Supervisi Pembelajaran Sosiologi

Talaga (KEMENAG) — Guna mengawal efektivitas proses belajar mengajar, menguji mutu implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta menjaga standar profesionalisme pendidik, MAN 1 Majalengka menggelar supervisi akademik harian. Kegiatan Supervisi Pembelajaran Sosiologi Berbasis KBC Topik Macam-Macam Konflik Sosial tersebut dilaksanakan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Mutu (LPM) di Ruang Kelas XI-8 MAN 1 Majalengka, Rabu (21/10/2026).

Rangkaian supervisi akademik diselenggarakan sebagai agenda rutin semesteran yang didasarkan pada Surat Keputusan Kepala MAN 1 Majalengka Nomor 049 Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Supervisi Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2026/2027. Pelaksanaannya terbagi ke dalam dua tahapan utama, diawali supervisi administrasi pada 12–16 Oktober 2026 dan dilanjutkan supervisi pembelajaran pada 19–23 Oktober 2026. Pada jam pelajaran ke-1 hingga ke-3, Ketua LPM MAN 1 Majalengka, Hj. Ade Nurpiana, M.Pd., mengamati langsung KBM yang diampu oleh Edi Mulyana, S.Pd.I., kepada 32 siswa Kelas XI.8. Pembelajaran dikemas lewat model Problem-Based Learning (PBL) berlandaskan KBC dan pendekatan Asmaul Husna As-Salam serta Al-‘Adl, di mana siswa diajak menganalisis lima kasus nyata konflik sosial secara kritis dan solutif.

Penyelenggaraan supervisi kelas ini dirancang sebagai instrumen penjaminan mutu internal madrasah dalam rangka memperkuat kapasitas pedagogis guru dan pembentukan karakter (character building) peserta didik. Melalui evaluasi terstruktur, para pendidik dibimbing untuk menyajikan materi Sosiologi yang kontekstual dengan pemikiran deeper learning, menumbuhkan kecintaan pada ilmu dan tanah air, serta melatih kedewasaan siswa dalam merespons dinamika sosial di masyarakat.

Guru Mata Pelajaran Sosiologi MAN 1 Majalengka, Edi Mulyana, S.Pd.I., menyampaikan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini sangat efektif dalam mengasah nalar kritis peserta didik.

“Model pembelajaran berbasis masalah ini sangat relevan dengan realitas sosial di sekitar peserta didik, sehingga sejalan dengan esensi pembelajaran mendalam (deeper learning). Siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi diajak berpikir kritis dan solutif terhadap dinamika sosial di sekitarnya,” ujar Edi.

Memperkuat Wawasan Global: MAN 1 Majalengka Ikuti Lokakarya dan Jemput Relawan Peace Corps Asal Amerika Serikat

Lebih lanjut, beliau berharap agar konsistensi kualitas pembelajaran yang interaktif dan humanis ini dapat terus dipertahankan di madrasah.

“Melalui penguatan supervisi ini, kami berharap jajaran pendidik dapat tetap konsisten melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan analisis studi kasus diharapkan membentuk siswa yang cerdas secara akademis sekaligus berakhlak mulia,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, tim LPM bersama jajaran pendidik MAN 1 Majalengka akan mengagendakan evaluasi berkala atas catatan rekomendasi supervisi guna mempertahankan iklim pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada mutu kesiswaan.

Melalui keberlanjutan supervisi akademik dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu profesionalisme pendidik dan kualitas lulusan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Dukung Pembentukan Karakter Siswi, MAN 1 Majalengka Gelar Program Keputrian Bertema Muslim Goals

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *