Talaga (KEMENAG) — Guna memanfaatkan waktu secara produktif, menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini, serta mengasah keterampilan praktis dan kerja sama tim, MAN 1 Majalengka menggelar program pembinaan karakter keputrian. Kegiatan bertajuk Langkah Kecil Enterpreneur Muda: Belajar Budgeting dan Kreasi Minuman Segar tersebut diikuti oleh seluruh siswi Kelas X (X.1 hingga X.13) di Ruang Belajar Terbuka Meja Abu dan Ruang Kelas X MAN 1 Majalengka, Jumat (16/10/2026).
Rangkaian kegiatan keputrian dilaksanakan secara terstruktur untuk mengisi waktu luang para siswi saat siswa laki-laki dan jajaran guru pria menunaikan ibadah Salat Jumat. Pelaksanaan kegiatan dibagi secara proporsional ke dalam empat zona ruangan. Pada ruangan pertama (Kelas X.1–X.3), perwakilan Kelas X.3 bertindak sebagai pemateri yang memperagakan pembuatan serta analisis perkiraan anggaran (budgeting) produk Capcin. Di ruangan kedua (Kelas X.4–X.6), Kelas X.6 memandu demonstrasi Oreo and Cheese Fresh Milk. Ruangan ketiga (Kelas X.7–X.9) diisi unjuk kreasi Capcin oleh Kelas X.9, sementara ruangan keempat (Kelas X.10–X.13) dipandu oleh Kelas X.13 yang mempraktikkan pembuatan Es Milo Jelly. Seluruh peserta antusias mencermati demonstrasi alat, bahan, kalkulasi modal, hingga strategi pemasaran dari masing-masing tim pemateri.

Penyelenggaraan kegiatan keputrian berbasis wirausaha muda ini dirancang sebagai sarana pembentukan karakter (character building) dan pemberdayaan potensi keputrian madrasah. Melalui kombinasi praktik kreasi kuliner dan kalkulasi bisnis sederhana, para siswi dibina agar memiliki kemandirian finansial, kreativitas terapan, keterampilan berkomunikasi di depan umum, serta jiwa kepemimpinan dalam tim.
Fasilitator Kegiatan Keputrian MAN 1 Majalengka, Hilda Salsabila, S.Pd., menyampaikan bahwa program ini dikemas interaktif untuk mendorong naluri kewirausahaan peserta didik.
“Kegiatan keputrian kreasi minuman segar ini dirancang agar para siswi tidak hanya pandai mengolah bahan minuman bernilai ekonomis, tetapi juga paham cara menghitung anggaran modal dan penetapan harga jual. Kami ingin melatih jiwa wirausaha muda mereka sejak jenjang Kelas X,” ujar Hilda.
Lebih lanjut, beliau berharap agar keterampilan praktis ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peserta didik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah pengisi waktu yang sangat produktif dan menyenangkan di sela agenda Salat Jumat. Semoga melalui praktik ini tumbuh jiwa kewirausahaan, kreativitas praktis, serta kekompakan tim yang dapat menjadi bekal kemandirian siswi di masa depan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, tim fasilitator keputrian MAN 1 Majalengka akan merancang agenda Bazar Enterpreneur Muda pada akhir semester sebagai ajang pemasaran langsung produk-produk kreatif hasil karya para siswi.
Melalui keberlanjutan pembinaan keputrian dan literasi kewirausahaan ini, diharapkan dapat melahirkan generasi muda madrasah yang kreatif, mandiri, dan berkarakter unggul, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar