Berita Daerah MAN

Tingkatkan Keterampilan Bahasa Arab, Siswa XII.2 MAN 1 Majalengka Pelajari Fi’il Majhul

Talaga (KEMENAG) — Guna meningkatkan penguasaan tata bahasa Arab, memperkuat kecakapan literasi keagamaan, serta melatih ketepatan analisis struktur kalimat, MAN 1 Majalengka mengoptimalkan variasi pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan Pembelajaran Tata Bahasa Arab Materi Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul tersebut diikuti oleh 32 siswa-siswi Kelas XII-2 di Ruang Kelas XII-2 MAN 1 Majalengka, Selasa (20/10/2026).

Rangkaian kegiatan pembelajaran diawali pada jam pelajaran Bahasa Arab di bawah bimbingan Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab, Mustopa, M.Pd. Dalam sesi KBM tersebut, pendidik memaparkan secara sistematis mengenai kaidah Fi’il Ma’lum (kata kerja aktif yang pelakunya disebutkan) dan Fi’il Majhul (kata kerja pasif yang pelakunya tidak disebutkan) beserta perubahan pola pembentukan katanya (shighah). Para siswa mencermati contoh-contoh kalimat dalam Al-Qur’an dan teks keagamaan, mencatat konsep penting, serta aktif menyelesaikan soal-soal latihan guna menguji ketepatan penerapan kaidah sintaksis (nahwu) dan morfologi (sharaf). Sesi latihan interaktif ini terbukti efektif mendorong para peserta didik untuk lebih cermat membedakan fungsi serta makna kata kerja dalam struktur kalimat Arab secara kontekstual.

Penyelenggaraan KBM berbasis penguatan kaidah bahasa ini dirancang sebagai wadah pengembangan potensi akademis dan literasi keagamaan peserta didik. Melalui pemahaman tata bahasa Arab yang terstruktur, para siswa dibina agar memiliki ketelitian berpikir, kemampuan memahami literatur Islam klasik maupun modern, serta kepercayaan diri dalam membaca teks-teks berbahasa Arab.

Ketua Murid (KM) Kelas XII-2 MAN 1 Majalengka, Encep Zia Ulhaq Assidiqi, menyampaikan bahwa penjelasan materi dari guru pengampu sangat membantu siswa dalam memahami perbedaan kedua bentuk kata kerja tersebut.

“Pembelajaran Bahasa Arab materi Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul ini sangat bermanfaat bagi kami. Penjelasan dari Bapak Guru yang disertai contoh-contoh konkret membuat kami lebih mudah memahami perbedaan penggunaan kata kerja aktif dan pasif dalam kalimat,” ujar Encep.

KUA Sukahaji Survei dan Ukur Tanah Wakaf Seluas 213 Meter Persegi di Desa Jayi, Tingkatkan Target Pendataan Wakaf

Lebih lanjut, ia berharap agar penguasaan materi sintaksis Arab ini dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pembelajaran keagamaan harian di madrasah.

“Melalui latihan dan pembahasan soal di kelas, kami bisa menguji pemahaman secara langsung. Harapan kami, teman-teman Kelas XII-2 semakin mahir dalam kaidah tata bahasa Arab sehingga lebih mudah membaca dan memahami teks-teks berbahasa Arab dalam kegiatan belajar sehari-hari,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik Bahasa Arab MAN 1 Majalengka akan merancang sesi penugasan penerjemahan paragraf pendek secara mandiri guna mengukur konsistensi pemahaman siswa sebelum pelaksanaan evaluasi capaian pembelajaran.

Melalui keberlanjutan pembelajaran Bahasa Arab yang terstruktur dan interaktif ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu akademis dan kecakapan literasi peserta didik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Memperkuat Wawasan Global: MAN 1 Majalengka Ikuti Lokakarya dan Jemput Relawan Peace Corps Asal Amerika Serikat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *