Talaga (KEMENAG) — Guna memberikan perlindungan kesehatan prima, mendukung kenyamanan fisik peserta didik selama pembelajaran, serta menegaskan komitmen madrasah ramah anak, MAN 1 Majalengka mengoptimalkan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan Pelayanan Kesehatan Terpadu dan Pertolongan Pertama tersebut dilaksanakan oleh Pembina UKS di Ruang UKS MAN 1 Majalengka, Selasa (20/10/2026).
Rangkaian kegiatan penanganan medis darurat ini berlangsung cepat saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas sedang berjalan. Seorang siswi Kelas X.7 bernama Naila mendadak mengeluh sakit fisik sehingga membutuhkan pertolongan medis segera. Dengan sigap, ramah, dan profesional, Pembina Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) sekaligus Pembina UKS MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., langsung mendampingi dan memindahkan siswi ke Ruang UKS. Petugas merespons dengan mengukur suhu tubuh, memberikan pertolongan pertama, menyalurkan obat-obatan dasar sesuai keluhan, serta menyediakan fasillitas tempat beristirahat yang representatif. Tak hanya pengobatan medis ringan, pendampingan psikologis yang menenangkan juga diberikan agar siswa merasa aman. Setelah kondisi fisik stabil, pihak UKS segera memediasi komunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua murid untuk mengabarkan kondisi terkini serta merumuskan penanganan lanjutan.
Penyelenggaraan pertolongan pertama secara terstruktur ini dirancang sebagai wadah penjaminan keselamatan kesiswaan dan pembentukan atmosfer belajar yang peduli (care environment). Melalui kecepatan respons medis ringan dan keterbukaan akses komunikasi dengan wali murid, jajaran pembina dibina agar memiliki kesiapsiagaan tinggi, jiwa kesetiakawanan, serta kecakapan pelayanan dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental peserta didik di madrasah.
Pembina Ekstrakurikuler PMR MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., menyampaikan bahwa respons cepat menjadi prinsip dasar pelayanan UKS madrasah.
“Kecepatan penanganan dan kenyamanan siswa adalah prioritas kami di UKS. Kami berupaya memberikan pertolongan pertama yang memadai serta pendampingan yang menenangkan agar para siswa yang mendadak sakit merasa aman dan terlayani dengan baik,” ujar Amelia.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa sinergi komunikasi dengan orang tua murid sangat penting dalam setiap penanganan kesehatan siswa.
“Setelah kondisi siswa stabil, kami segera berkoordinasi dengan pihak orang tua. Diharapkan penanganan yang cepat dan komunikatif ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta kepercayaan antara pihak sekolah dan para orang tua murid. Dengan adanya koordinasi yang baik, setiap perkembangan kondisi kesehatan siswa dapat terpantau secara optimal,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran Pembina UKS bersama PMR MAN 1 Majalengka akan melakukan pemeriksaan berkala terhadap ketersediaan persediaan obat-obatan dasar dan sarana fasilitas UKS guna mempertahankan kualitas penanganan darurat kesehatan di lingkungan madrasah.
Melalui keberlanjutan respons tanggap dan pelayanan kesehatan yang penuh kasih ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar