Talaga (KEMENAG) — Guna mengawal efektivitas proses belajar mengajar, menguji mutu implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta menjaga standar profesionalisme pendidik, MAN 1 Majalengka menggelar supervisi akademik harian. Kegiatan Supervisi Pembelajaran Ekonomi Berbasis KBC Topik Pembagian Ilmu Ekonomi tersebut dilaksanakan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan di Ruang Kelas X-7 MAN 1 Majalengka, Jumat (23/10/2026).
Rangkaian giat supervisi akademik ini diselenggarakan sebagai bagian dari agenda rutin semesteran yang didasarkan pada Surat Keputusan Kepala MAN 1 Majalengka Nomor 049 Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Supervisi Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2026/2027. Pelaksanaannya terbagi ke dalam dua tahapan utama, diawali supervisi administrasi pada 12–16 Oktober 2026 dan dilanjutkan supervisi pembelajaran pada 19–23 Oktober 2026. Pada pelaksanaan KBM di Kelas X-7, Waka Kesiswaan, Ade Rahayu Wahidin, S.Pd., bertindak selaku supervisor observing mendampingi Guru Mata Pelajaran Ekonomi, Amelia Siti Marwah, S.Pd. Proses pendampingan berfokus pada pengamatan interaksi belajar mengajar agar menyatu secara efektif, interaktif, serta sarat akan sentuhan empati berbasis KBC.
Penyelenggaraan supervisi kelas ini dirancang sebagai instrumen penjaminan mutu internal madrasah dalam rangka memperkuat kapasitas pedagogis guru dan pembentukan karakter (character building) peserta didik. Melalui pemahaman materi pembagian ilmu ekonomi yang dikemas dengan pendekatan kasih sayang, para siswa dibina agar memiliki nalar kritis terhadap fungsi ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan dalam suasana belajar yang menyenangkan serta kondusif.
Guru Mata Pelajaran Ekonomi MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta membantu menyentuh ranah afektif peserta didik saat mempelajari konsep ekonomi.
“Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta pada materi Pembagian Ilmu Ekonomi ini dirancang agar proses KBM tidak hanya berfokus pada ranah kognitif, tetapi juga menyentuh ranah afektif siswa. Kami ingin menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan penuh empati,” ujar Amelia.
Lebih lanjut, beliau berharap agar pendampingan supervisi ini memberikan dorongan untuk terus melahirkan inovasi pengajaran yang bermakna.
“Melalui supervisi ini, kami berharap dapat terus mengembangkan pendekatan pembelajaran Ekonomi berbasis KBC secara konsisten. Harapan kami, peserta didik Kelas X-7 mampu memahami konsep dasar pembagian ilmu ekonomi secara lebih mendalam dan bermakna untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, tim supervisi bersama jajaran pendidik MAN 1 Majalengka akan menggelar sesi rekapitulasi dan evaluasi penutup dari rangkaian supervisi pembelajaran tanggal 19–23 Oktober 2026 guna menyusun laporan peta mutu KBM semester ganjil.
Melalui keberlanjutan supervisi akademik dan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu profesionalisme pendidik dan kualitas lulusan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar