Rajagaluh (KEMENAG) — MAN 2 Majalengka menjalani peninjauan bidang aplikasi presensi murid dan pengelolaan data Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dalam rangkaian Audit Kinerja oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Pemeriksaan ini berfokus pada pengelolaan aplikasi presensi murid serta kelengkapan dan rekapitulasi data ANBK sebagai bagian dari evaluasi tata kelola administrasi dan layanan pendidikan madrasah pada Rabu (28/10/2026).
Peninjauan tersebut melibatkan tim pengelola aplikasi presensi dan data ANBK MAN 2 Majalengka, yang terdiri atas H. Apang Fathurrohman, S.Kom., Laela Safitri, S.Psi., dan Try Astuti Rahayu, S.Pd. Pemeriksaan dilakukan oleh Muhamad Robi Nugraha selaku anggota Tim Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI melalui penelaahan sistem, dokumen pendukung, serta rekapitulasi data yang berkaitan dengan pelaksanaan kedua layanan tersebut.
Dalam peninjauan aplikasi presensi murid, pemeriksaan diarahkan pada pengelolaan data kehadiran, pencatatan presensi, serta pemanfaatan sistem untuk mendukung pemantauan kedisiplinan murid. Sementara itu, pada aspek ANBK, tim menelaah pengelolaan dan rekapitulasi data sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan asesmen di madrasah.
Robi menekankan pentingnya pengelolaan data yang tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pemanfaatan aplikasi dalam administrasi pendidikan perlu didukung oleh prosedur yang jelas serta dokumentasi yang memadai agar dapat membantu meningkatkan efektivitas layanan madrasah.
“Peninjauan aplikasi presensi murid dan rekapitulasi data ANBK merupakan bagian dari upaya melihat bagaimana sistem informasi dimanfaatkan untuk mendukung administrasi madrasah. Data yang dikelola perlu akurat, konsisten, dan didukung bukti yang memadai. Dengan pengelolaan yang baik, aplikasi presensi dapat membantu pemantauan kehadiran murid, sedangkan data ANBK dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan evaluasi pelaksanaan asesmen,” jelas Robi.
Robi juga memberikan arahan agar pengelolaan data dilakukan secara sistematis, disertai pemeriksaan berkala untuk meminimalkan kesalahan pencatatan serta memastikan informasi yang tersimpan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Laela menjelaskan bahwa aplikasi presensi murid menjadi salah satu sarana pendukung administrasi madrasah untuk mempermudah pencatatan dan pemantauan kehadiran. Pengelolaan sistem tersebut memerlukan ketelitian dalam pembaruan data serta koordinasi dengan pihak terkait agar informasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Aplikasi presensi murid membantu madrasah dalam mengelola dan memantau data kehadiran secara lebih terstruktur. Melalui peninjauan ini, kami memperoleh masukan untuk terus meningkatkan ketertiban pengelolaan data, memastikan pencatatan berjalan dengan baik, serta melakukan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi. Kami berharap sistem ini semakin mendukung efektivitas administrasi dan kedisiplinan murid di MAN 2 Majalengka,” ungkap Laela.
Sementara itu, Apang menyampaikan bahwa pengelolaan rekapitulasi data ANBK membutuhkan ketelitian, koordinasi, dan dokumentasi yang baik. Menurutnya, data yang tersusun secara sistematis dapat mempermudah proses pemeriksaan, pelaporan, dan evaluasi pelaksanaan asesmen.
“Rekapitulasi data ANBK perlu dikelola secara cermat agar informasi yang tersedia sesuai dengan dokumen pendukung dan dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi maupun evaluasi. Arahan dari tim auditor menjadi masukan bagi kami untuk terus memperkuat ketertiban dokumentasi, meningkatkan koordinasi, dan memastikan data tersaji secara akurat serta mudah ditelusuri ketika diperlukan,” tutur Apang.
Peninjauan ini menjadi bagian dari rangkaian Audit Kinerja yang mencakup berbagai aspek pengelolaan MAN 2 Majalengka. Selain memeriksa dokumen dan data, tim auditor juga memberikan arahan serta masukan untuk membantu madrasah meningkatkan kualitas administrasi, memperkuat akuntabilitas, dan mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung pelayanan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, MAN 2 Majalengka diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan aplikasi presensi murid dan dokumentasi ANBK. Penguatan sistem, ketepatan data, serta evaluasi berkelanjutan diharapkan mampu mendukung tata kelola madrasah yang lebih efektif, tertib, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar