Ligung (KEMENAG) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ligung, H. Mahmud Ro’i, S.E.I., menghadiri kegiatan tasyakur peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka yang digelar di Alun-alun Desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri Bupati Majalengka H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Majalengka H. Dena, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Camat Ligung, para ulama, tokoh masyarakat, pengurus PCNU dan MWCNU, serta ribuan santri dan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan perkiraan panitia, jumlah jamaah yang hadir mencapai sekitar 7.000 orang. Antusiasme para santri dan warga Nahdliyin tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri Nasional sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Suasana acara semakin semarak dengan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Gus Aldi. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, menjadikan momentum tasyakur ini sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menumbuhkan semangat perjuangan para santri dalam menjaga agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Panitia yang juga Ketua MWCNU Kecamatan Ligung, Ust. Muhamad Abidin, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan maupun pelayanan kepada para tamu dan jamaah. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama, dukungan, dan partisipasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan santri dan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Ligung, H. Mahmud Ro’i, S.E.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tasyakur Hari Santri Nasional tingkat PCNU Kabupaten Majalengka yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
“Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa. Santri harus terus meningkatkan kualitas keilmuan, memperkuat akhlakul karimah, dan mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, semangat kesantrian semakin tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menjunjung tinggi toleransi, serta menjaga persatuan dan kerukunan umat.
“Semoga kebersamaan antara pemerintah, Kementerian Agama, ulama, pesantren, dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Mudah-mudahan para santri menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta negara,” tambahnya.
Kehadiran Kepala KUA Ligung dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap penguatan kehidupan keagamaan, pelestarian tradisi keilmuan pesantren, serta sinergi antara Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya.
Peringatan Hari Santri Nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan perjuangan para ulama dan santri melalui pengabdian, pendidikan, serta kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Maman Sulaeman


Komentar