Berita Daerah MAN

Pembina PMR MAN 3 Majalengka Perkuat Pemahaman Perlindungan Anak melalui Bimtek KHA

Jatiwangi (KEMENAG) — Perlindungan anak perlu diwujudkan melalui lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Pembina Palang Merah Remaja (PMR) MAN 3 Majalengka, Rosyidatul Awaliyah, S.Pd., mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA) secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pembina tentang prinsip perlindungan anak agar dapat diterapkan dalam pembinaan peserta didik dan kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, menghargai perbedaan, dan mendukung perkembangan setiap peserta didik.

“Anak-anak tidak hanya perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus merasa aman, dihargai, serta memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat tanpa takut mengalami diskriminasi atau kekerasan,” ujar Rosyidatul.

Dalam bimtek tersebut, peserta mempelajari empat prinsip utama Konvensi Hak Anak, yaitu non-diskriminasi; kepentingan terbaik bagi anak; hak hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; serta penghargaan terhadap pandangan anak. Materi disampaikan melalui pemaparan narasumber, diskusi virtual, studi kasus, dan tanya jawab.

Menurut Rosyidatul, materi tersebut relevan dengan peran PMR dalam menanamkan kepedulian sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Pembinaan PMR tidak hanya mencakup pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga membangun empati serta kepedulian terhadap sesama.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

“Anggota PMR perlu belajar peka terhadap kondisi teman, menghargai perbedaan, dan berani mencari bantuan kepada pihak yang tepat ketika mengetahui adanya perundungan atau kekerasan,” tuturnya.

Anggota PMR juga dapat berperan sebagai pendidik dan pendukung sebaya (peer educator dan peer support). Peran ini diharapkan membantu membangun komunikasi sehat, mencegah perundungan (bullying), serta menciptakan hubungan pertemanan yang saling menghormati.

Keikutsertaan dalam bimtek ini diharapkan menjadi bekal bagi Rosyidatul untuk menerapkan prinsip ramah anak dalam pembinaan PMR di MAN 3 Majalengka. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada anggota PMR sehingga perlindungan anak menjadi kesadaran bersama.

Melalui upaya ini, MAN 3 Majalengka mendorong terciptanya lingkungan madrasah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, sekaligus membentuk peserta didik yang berempati, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab secara sosial.

Kontributor: Firman Saefatullah

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *