Talaga (KEMENAG) — Guna menanamkan kedisiplinan beribadah, memperkuat kecerdasan spiritual, serta menciptakan ketenangan jiwa sebelum menerima materi pelajaran, MAN 1 Majalengka secara konsisten menjalankan tradisi religius pagi. Kegiatan Pembiasaan Pembacaan Al-Qur’an sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut dilaksanakan oleh siswa-siswi Kelas XII.2 di Ruang Kelas XII.2 MAN 1 Majalengka, Selasa (6/10/2026).
Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Di bawah pendampingan Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, S.Pd.I., M.Ag., sebanyak 32 siswa-siswi Kelas XII.2 melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tertib, fasih, dan khusyuk. Suasana hening dan penuh keberkahan yang terbangun dari lantunan Al-Qur’an tersebut terbukti efektif menyiapkan fokus, menjernihkan pikiran, serta membakar semangat para peserta didik untuk siap menyerap seluruh materi pembelajaran sepanjang hari.
Penyelenggaraan rutinitas tadarus pagi ini dirancang sebagai bentuk penguatan budaya religius (religious culture) di lingkungan madrasah. Melalui kebiasaan mendengarkan dan melafalkan ayat suci setiap hari, para siswa dibina agar memiliki karakter yang berakhlakul karimah, berjiwa tenang, serta terbiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam berperilaku.

Guru Mata Pelajaran Fikih MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi penting dalam membentuk iklim belajar yang berkah.
“Mengawali aktivitas belajar dengan membaca Al-Qur’an adalah kunci untuk menghadirkan ketenangan dan keberkahan ilmu. Kami ingin memastikan anak-anak tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedekatan hati yang kuat dengan Al-Qur’an,” ujar Wawan.
Sementara itu, Ketua Murid (KM) Kelas XII.2 MAN 1 Majalengka, Encep Zia Ulhaq Assidiqi, mengaku merasakan manfaat besar dari rutinitas mengaji pagi tersebut.
“Pembiasaan membaca Al-Qur’an setiap pagi ini membuat suasana kelas XII.2 menjadi sangat tenang dan adem. Hati kami terasa lebih siap dan fokus untuk menerima pelajaran dari guru-guru setelah melantunkan ayat suci bersama-sama,” ungkap Encep.
Sebagai tindak lanjut, jajaran guru keagamaan dan tim kesiswaan MAN 1 Majalengka akan terus memantau keteraturan dan konsistensi pelaksanaan tadarus pagi di setiap ruang kelas guna memelihara mutu pembinaan karakter siswa.
Melalui keberlanjutan pembiasaan membaca Al-Qur’an ini, diharapkan dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan penuh keberkahan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar