Berita Daerah MAN

Aktualisasikan Nilai Pancasila, Murid MAN 2 Majalengka Belajar melalui Galeri Artefak

Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas X.6 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan metode praktik monolog galeri artefak pada jam pelajaran ketiga dan keempat. Kegiatan yang mengangkat materi aktualisasi nilai-nilai Pancasila lewat penggunaan benda sehari-hari ini dibimbing oleh Rahayu Suzi Septiani, S.Pd., pada Kamis (15/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, setiap murid membawa benda personal yang merepresentasikan nilai-nilai Pancasila, salah satunya botol minum sebagai simbol sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Melalui teknik monolog, objek tersebut dijadikan media untuk menguraikan penerapan nilai kebangsaan secara konkret dan relevan.

Pembelajaran ini menjadi sarana bagi murid untuk menghubungkan teori kewarganegaraan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Selain memperdalam pemahaman Pancasila, metode interaktif ini juga melatih keberanian berbicara di depan umum, daya pikir kritis, serta kreativitas murid dalam menyampaikan gagasan.

Rahayu menekankan pentingnya memaknai Pancasila sebagai pedoman bersikap dalam keseharian.

“Melalui kegiatan galeri artefak ini, diharapkan murid mampu memahami bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana di sekitar mereka. Setiap benda yang dibawa menjadi sarana untuk belajar, berpikir kreatif, sekaligus mengaitkan materi dengan kehidupan nyata,” ujar Rahayu.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Melalui kegiatan ini, murid  diharapkan kian mendalami makna filosofis setiap sila Pancasila serta konsisten mengaktualisasikannya dalam bertindak. Pembelajaran kreatif dan kontekstual ini sekaligus ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian sosial, rasa tanggung jawab, dan karakter Pancasilais pada diri murid.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *