Malausma (KEMENAG) — Setelah sukses merampungkan perbaikan dan penataan administrasi pencatatan nikah, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lemahsugih berpartisipasi aktif dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Triwulan III pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan evaluasi gabungan ini dipusatkan pelaksanaannya di KUA Kecamatan Malausma.
Pegawai KUA Lemahsugih yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA, Aang Kurniawan, S.Ag., hadir mengikuti jalannya agenda bersama peserta dari KUA Bantarujeg dan KUA Malausma. Acara ini dipandu secara interaktif oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., yang bertindak selaku moderator untuk meninjau capaian pelayanan dari ketiga KUA tersebut.
Usai sesi evaluasi kinerja yang menunjukkan kesiapan matang dari kelengkapan berkas KUA Lemahsugih, forum dilanjutkan dengan pembinaan dan arahan strategis dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim.

Dalam arahannya, Euis Damayanti memberikan perhatian penuh pada integritas aparatur, khususnya para penyuluh agama di lingkungan instansi, dalam menghadapi arus digitalisasi. Ia mengingatkan dengan tegas agar tidak ada penyuluh agama yang melanggar norma saat berinteraksi di ruang publik virtual.
”Kode etik penyuluh yang tidak boleh dilakukan di antaranya adalah; intoleran, diskriminatif, provokatif. Apalagi ketika melaksanakan live di platform TikTok,” ujar Euis.
Arahan tegas ini disambut baik oleh Kepala KUA Lemahsugih, Aang Kurniawan, yang menyatakan kesiapannya untuk memastikan seluruh jajaran staf dan penyuluh di KUA Lemahsugih mematuhi kode etik yang telah digariskan oleh pimpinan Kemenag tersebut.
Melalui partisipasi dalam MONEV Triwulan III ini, diharapkan tertib administrasi layanan kemasyarakatan di KUA Lemahsugih yang sudah berjalan baik dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.
Lebih dari itu, terselip harapan besar agar arahan Kepala Kemenag Majalengka ini menjadi pedoman teguh bagi seluruh aparatur dan penyuluh agama di KUA Lemahsugih. Dengan demikian, penyuluh KUA Lemahsugih diharapkan dapat semakin cerdas dan bijak, menjadikan media sosial sebagai sarana edukasi keagamaan yang menyejukkan, mengayomi, serta membawa pesan perdamaian yang jauh dari unsur provokasi.
Kontributor : Isa Imadussalam Alfani


Komentar