Argapura (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Argapura kembali melaksanakan kegiatan rutin kajian kitab Durratun Nashihin yang diikuti seluruh pegawai KUA Argapura, Senin (12/10/2026). Kajian yang disampaikan oleh Penyuluh Agama, KH. Osep, ini membahas Majelis ke-30 dengan tema “Ampunan bagi Orang yang Bertobat”, sebagai upaya meningkatkan keimanan, memperdalam pemahaman keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai taubat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Argapura tersebut mengulas keutamaan taubat dan luasnya ampunan Allah Swt. bagi hamba-Nya yang menyadari kesalahan, menyesali perbuatannya, serta bertekad memperbaiki diri. Materi ini mengingatkan seluruh pegawai bahwa taubat bukan sekadar ucapan, melainkan kesungguhan hati untuk meninggalkan perbuatan dosa dan berusaha menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.
Dalam penyampaiannya, KH. Osep mengajak para peserta menjadikan kajian kitab sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan kualitas ibadah. Pesan tentang ampunan bagi orang yang bertobat diharapkan mampu menumbuhkan sikap rendah hati, memperkuat keimanan, serta mendorong setiap pegawai untuk senantiasa memperbaiki akhlak dan perilaku, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Taubat hendaknya menjadi jalan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jangan pernah berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya, tetapi iringilah taubat dengan penyesalan yang tulus dan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan,” menjadi pesan utama yang relevan dari kajian tersebut.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan perluasan jangkauan dakwah, kegiatan kajian ini juga disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @kuaargapura_majalengka. Siaran langsung tersebut memungkinkan masyarakat mengikuti kajian keagamaan meskipun tidak hadir secara langsung di kantor KUA.
Melalui kegiatan rutin ini, KUA Kecamatan Argapura terus berupaya membangun budaya kerja yang religius, meningkatkan kualitas spiritual pegawai, serta mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Diharapkan, kajian Durratun Nashihin dapat menjadi pengingat bersama untuk senantiasa bertobat, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Kontributor: Ebin Siroju Tolibin


Komentar