Talaga (KEMENAG) — Untuk mengatasi rasa kantuk dan menjaga fokus belajar siswa pada jam-jam rawan siang hari, strategi pembelajaran kreatif diterapkan pada mata pelajaran Fikih di kelas XII.6 pada Jumat (2/10/2026). Melalui sentuhan inovatif, kegiatan belajar mengajar diselingi dengan sesi ice breaking yang terbukti ampuh membangkitkan kembali fokus dan antusiasme peserta didik.
Pembelajaran Fikih yang berlangsung pukul 12.50 hingga 13.30 WIB ini dilaksanakan tepat setelah rangkaian kegiatan sholat Jumat bagi siswa putra dan kegiatan keputrian bagi siswa putri, serta usai pelaksanaan makan siang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jam pembelajaran di siang hari tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik karena tingkat konsentrasi peserta didik yang mulai menurun.
Melihat kondisi tersebut, Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag., bersama perwakilan siswa Dwi Khofifah dan Azma Nurahma Utama berinisiatif merancang variasi metode mengajar di ruang kelas XII.6. Di tengah sesi presentasi kelompok, Dwi Khofifah dan Azma Nurahma Utama memandu seluruh siswa untuk melakukan ice breaking interaktif berupa gerakan tubuh yang dipadukan dengan bernyanyi bersama.

Seluruh siswa-siswi kelas XII.6 tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap gerakan. Suasana kelas yang semula tenang dan condong lesu mendadak menjadi riuh gembira dan penuh energi positif.
Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menjelaskan bahwa penerapan sesi penyegaran ini sangat krusial untuk menjaga ritme dan kualitas penyampaian materi keagamaan di siang hari.
“Kegiatan ice breaking ini sangat diperlukan untuk membangkitkan kembali semangat pembelajaran di siang hari. Terlebih para siswa baru saja menyelesaikan rangkaian agenda yang cukup padat, mulai dari program MBG, ibadah Sholat Jumat bagi siswa putra, hingga kegiatan Keputrian bagi siswa putri. Strategi ini terbukti efektif mengembalikan daya tangkap dan keceriaan mereka,” ujar Wawan.
Tujuan utama dari penerapan metode ini adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun learning), menghilangkan kelelahan fisik maupun mental, serta memastikan pesan ilmiah dan nilai-nilai keagamaan dalam mata pelajaran Fikih dapat diserap secara optimal oleh peserta didik.
Melalui penerapan strategi pembelajaran yang kreatif dan adaptif ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kualitas layanan pembelajaran di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar