Kertajati (KEMENAG) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka memperkuat pengawasan dan pembinaan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Supervisi Nikah Rujuk (NR) di KUA Kecamatan Kertajati. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi pelayanan, penguatan komunikasi publik melalui media digital, sekaligus pembahasan kendala teknis yang dihadapi pegawai dalam menjalankan tugas di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Kertajati, Kepala KUA Kecamatan Jatiwangi, Kepala KUA Kecamatan Ligung, serta jajaran penghulu, penyuluh agama, dan pelaksana administrasi dari ketiga KUA. Pertemuan berlangsung dalam suasana pembinaan dan diskusi lintas unit kerja, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat serta penguatan profesionalisme aparatur.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. menyoroti pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Inisiatif pegawai KUA yang menggunakan platform seperti TikTok untuk menyampaikan informasi layanan mendapat apresiasi. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan secara tepat agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi keagamaan dan memahami prosedur pelayanan.
“Media sosial instansi maupun akun pegawai yang digunakan untuk kepentingan kedinasan perlu dikelola secara bertanggung jawab. Konten yang disajikan harus memiliki nilai edukasi, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan informasi yang benar dan mudah dipahami.” Tegas Euis
Sejumlah materi dinilai penting untuk disosialisasikan secara kreatif, antara lain informasi layanan nikah gratis di KUA sesuai ketentuan yang berlaku, tata cara pendaftaran isbat nikah, serta edukasi pembinaan keluarga, termasuk pola asuh anak atau parenting. Informasi tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kelompok yang aktif menggunakan media digital.
Komunikasi digital tetap harus mengutamakan akurasi informasi dan etika kedinasan.

“Kreativitas dalam membuat konten perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah, sehingga media sosial benar-benar menjadi sarana edukasi dan pelayanan publik, bukan sekadar ruang untuk mengikuti tren.” imbuhnya
Selain membahas inovasi layanan, Kepala Kemenag Majalengka memberikan perhatian serius terhadap literasi keuangan ASN. Euis mengingatkan para pegawai agar mampu mengelola penghasilan secara bijak dan tidak terjebak dalam pola hidup konsumtif yang didorong oleh gengsi atau keinginan mengikuti gaya hidup tertentu.
Persoalan utang menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pembinaan tersebut. Kondisi pegawai yang terlilit pinjaman dari lembaga keuangan maupun aplikasi pinjaman online (pinjol) hingga sebagian besar penghasilannya terserap untuk membayar kewajiban dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
“Tanpa pengelolaan keuangan yang sehat, beban utang berpotensi memengaruhi ketenangan keluarga dan konsentrasi dalam bekerja.” ujarnya
Pesan yang ditekankan adalah pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan, mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengambil pinjaman, serta tidak memaksakan diri demi memenuhi tuntutan gaya hidup. Literasi keuangan perlu menjadi bagian dari kesadaran pribadi setiap ASN karena kondisi finansial yang lebih terkelola dapat membantu menjaga keseimbangan kehidupan keluarga dan pelaksanaan tugas kedinasan.
Dalam forum tersebut, peserta juga menyampaikan sejumlah kendala teknis yang memengaruhi kelancaran pelayanan administrasi, khususnya dalam pengelolaan arsip. Perwakilan KUA mengungkapkan bahwa proses digitalisasi dokumen belum sepenuhnya didukung peralatan yang memadai. Salah satu kebutuhan yang diusulkan ialah pengadaan alat pemindai atau scanner khusus untuk mempercepat pemindaian dokumen dalam jumlah besar.
Selama ini, pemindaian menggunakan kamera telepon seluler dinilai kurang efektif untuk menangani arsip dengan volume tinggi. Proses tersebut membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak, sementara dokumen yang harus dialihmediakan terus menjadi bagian dari pekerjaan administrasi yang perlu ditangani secara cermat.
Masukan dari jajaran KUA tersebut menjadi bagian penting dalam proses supervisi. Evaluasi di lapangan memungkinkan kebutuhan riil pegawai teridentifikasi, sehingga upaya perbaikan dapat diarahkan pada persoalan yang berdampak langsung terhadap efektivitas kerja dan mutu pelayanan.
Melalui Monev dan Supervisi Nikah Rujuk ini, Kemenag Kabupaten Majalengka memperkuat upaya pembinaan yang mencakup aspek pelayanan, kemampuan komunikasi publik, kedisiplinan pribadi, dan dukungan fasilitas administrasi. Hasil evaluasi serta masukan dari masing-masing KUA menjadi bahan untuk menindaklanjuti kebutuhan perbaikan sesuai kewenangan dan ketersediaan dukungan.
Kontributor: D.Win


Komentar