Berita Kemenag

Supervisi NR, Kepala Kantor Dorong Penguatan Kompetensi dan Dakwah Digital

Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur Kantor Urusan Agama (KUA), penguatan kualitas layanan nikah dan rujuk, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan dakwah. Arahan tersebut disampaikan saat supervisi Nikah Rujuk (NR) yang dirangkaikan dengan pembinaan dan pengarahan bagi kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama di KUA Kecamatan Kadipaten, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., para kepala KUA, serta pegawai dari KUA Kecamatan Kadipaten, Kasokandel, dan Dawuan. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan layanan NR sekaligus memperkuat kesiapan aparatur dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dalam arahannya, Euis menegaskan bahwa kualitas pelayanan keagamaan sangat bergantung pada kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya.

“Aparatur KUA perlu menguasai aspek teknis dan substantif, memiliki kemampuan manajerial serta sosial kultural yang baik, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.” tegasnya

Penguatan kompetensi teknis dan substantif menjadi dasar bagi penghulu dan penyuluh dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan serta memberikan layanan keagamaan yang tepat. Sementara itu, kompetensi manajerial dan sosial kultural diperlukan untuk membangun tata kelola organisasi yang efektif, memperkuat koordinasi, dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Buka Perkemahan MTsN 1 Majalengka, Kepala Kantor: Pramuka Membentuk Karakter, Kepemimpinan, dan Tanggung Jawab

Adapun kemampuan beradaptasi secara digital semakin penting seiring perubahan pola komunikasi masyarakat. KUA dan penyuluh agama dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan informasi, memperkenalkan program layanan, serta menghadirkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan berbagai kelompok usia.

Euis secara khusus mendorong para penyuluh agama agar lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan syiar Islam. Menurutnya, ruang digital perlu diisi dengan konten keagamaan yang menarik, mudah dipahami, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program kita sudah mulai meniru langkah daerah lain untuk melakukan syiar di media sosial. Para penyuluh dan KUA di Majalengka ditargetkan untuk melakukan syiar melalui platform seperti TikTok atau media digital lainnya,” ujarnya.

Euis menjelaskan, dakwah melalui media digital perlu disiapkan dengan memperhatikan substansi materi sekaligus cara penyajiannya. Konten yang baik harus memiliki pesan keagamaan yang kuat, dikemas secara komunikatif, dan disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan begitu, pesan dakwah dapat menjangkau generasi muda maupun kelompok masyarakat yang lebih luas.

Terkait kompetensi teknis dan substantif penyuluh, Euis juga menyoroti pentingnya literasi keagamaan dan pemahaman moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama tidak cukup dipahami sebatas toleransi dan kerukunan, tetapi juga mencakup komitmen kebangsaan, penolakan terhadap perundungan (bullying), serta penerimaan terhadap budaya lokal sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Kemenag Majalengka Dukung Penguatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Dalam menjalankan tugasnya, penyuluh agama juga diharapkan memiliki kecakapan komunikasi, mampu menjadi teladan atau uswatun hasanah, dan memahami kondisi sosial masyarakat yang menjadi wilayah binaannya. Pendekatan yang baik akan membantu penyuluh menyampaikan pesan keagamaan secara bijaksana sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kita ingin ada penyuluh di Majalengka yang viral, tetapi viral karena materi tausiah dan presentasinya yang menarik, bukan karena hal-hal negatif,” tambah Euis.

Pesan tersebut menegaskan bahwa popularitas di media sosial sebaiknya diarahkan untuk memperluas manfaat dakwah. Para penyuluh didorong menghasilkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang bertanggung jawab, menyejukkan, dan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.

Selain pembinaan kompetensi dan penguatan dakwah digital, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan klarifikasi mengenai proses pengumpulan data oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Dalam penjelasan yang disampaikan pada kegiatan itu, proses tersebut berkaitan dengan pengembangan dan pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berskala Provinsi Jawa Barat.

Melalui supervisi dan pembinaan ini, Kemenag Majalengka mendorong seluruh jajaran KUA untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat profesionalisme, dan mengembangkan pola komunikasi yang lebih adaptif. Upaya tersebut juga perlu diiringi dengan sosialisasi program-program Kementerian Agama, termasuk layanan pernikahan melalui KUA sesuai ketentuan yang berlaku, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan mengetahui akses layanan yang tersedia.

PKKM Satu Tahunan, Kemenag Majalengka Dorong Peningkatan Kinerja dan Prestasi Madrasah

Dengan kompetensi yang terus diperkuat dan pemanfaatan teknologi secara tepat, KUA diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang mudah diakses, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pada saat yang sama, penyuluh agama dapat memperluas perannya sebagai pendamping umat melalui dakwah yang santun, kreatif, dan relevan di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari.

Kontributor: D.Win

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *