Berita Daerah

Upacara Bahasa Arab MTsN 12 Majalengka: Pesan Kitab Akhlakul Banin Cetak Generasi Unggul

Rajagaluh (KEMENAG) – Inovasi kebahasaan yang menjadi ciri khas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka kembali mewarnai pelaksanaan Upacara Bendera pada Senin (12/10/2026). Bertempat di lapangan utama madrasah, seluruh rangkaian tata upacara dan instruksi baris-berbaris kali ini dibawakan dengan memukau menggunakan pengantar bahasa Arab oleh para petugas dari kelas 8C. Kegiatan rutin yang menumbuhkan kedisiplinan ini diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh siswa-siswi beserta jajaran dewan guru.

Bertindak sebagai pembina upacara, Hupadin Kisap, M.Pd.I., memberikan amanat yang sangat mendalam dan sarat akan nilai-nilai pendidikan karakter. Menyesuaikan dengan nuansa upacara berbahasa Arab, beliau membedah dan mengutip pesan dari literatur pesantren klasik, yakni Kitab Akhlaqul Banin Juz Awal.  

“Fi kitabi Akhlaqul Banin juz awal, yaqulu mushannif: yajibu ‘alal waladi ay-yatakhallaqa bi akhlaqil hasanah min sigharihi,” kutip Hupadin dengan fasih di hadapan ratusan peserta upacara.  

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna mendalam dari kutipan tersebut, bahwa sudah menjadi sebuah kewajiban bagi seorang anak untuk membiasakan diri dengan akhlak yang baik sejak usia dini.  

“Liyakuna mahbuban fi kibarihi,” lanjutnya, yang berarti agar kelak ketika dewasa sang anak menjadi pribadi yang dicintai. Beliau menekankan bahwa buah dari akhlak mulia sangatlah luar biasa, di mana “yardla ‘anhu rabbuhu, wa yuhibbuhu ahluhu, wa jami’un naas”—seorang anak akan mendapatkan rida dari Tuhannya, dicintai oleh keluarganya, serta disayangi oleh seluruh manusia.  

Kemenag Majalengka Sosialisasikan Zakat Profesi ASN, Perkuat Kepedulian terhadap Sesama

Tidak hanya memerintahkan untuk berbuat kebaikan, pembina upacara juga mewanti-wanti para siswa tentang bahayanya memiliki tabiat yang buruk. Ia kembali melanjutkan kutipan dari kitab tersebut sebagai peringatan tegas bagi kehidupan sosial para remaja.  

“Wa qala aidlan, yajibu ‘alaihi aidlan… ay-yabtari’a ‘anil akhlaqil qabihah, kaila yakuna makruhan,” papar Hupadin mengingatkan. Ia menegaskan bahwa setiap anak juga wajib menjauhi akhlak yang buruk atau tercela, agar kelak tidak menjadi orang yang dibenci oleh lingkungannya.  

Sebagai penutup materinya, beliau mengutarakan konsekuensi berat dari akhlak yang tercela. “La yardla ‘anhu rabbuhu, wala yuhibbuhu ahluhu, wala ahadun minannas,” tegasnya. Kalimat tersebut menjadi pengingat pamungkas bahwa budi pekerti yang buruk hanya akan mendatangkan murka dari Allah Swt., menjauhkan kasih sayang keluarga, dan membuat seseorang dikucilkan oleh masyarakat.  

Pelaksanaan upacara bendera dengan sentuhan bahasa Arab ini kembali membuktikan komitmen MTsN 12 Majalengka dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang komprehensif. Melalui perpaduan apik antara keberanian unjuk kecakapan linguistik global oleh petugas kelas 8C dan penanaman moral dari kitab kuning klasik, madrasah ini terus berikhtiar mencetak lulusan paripurna. Harapannya, para siswa tidak hanya tumbuh menjadi generasi cerdas yang fasih berbahasa asing, tetapi juga memiliki keanggunan budi pekerti yang memancarkan keberkahan dan kedamaian di tengah-tengah masyarakat.

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Kajian Al-Hikam Kemenag Majalengka Tekankan Sifat Zuhud dan Integritas ASN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *