Rajagaluh (KEMENAG) — Guru MAN 2 Majalengka turut menyimak kegiatan rutin Syiar Islam Siswa pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema cinta dan jodoh yang dikemas sebagai materi pembinaan keislaman bagi murid.
Pembahasan mengenai cinta dan jodoh menjadi topik yang dekat dengan kehidupan remaja. Melalui Syiar Islam Siswa, murid diarahkan untuk memahami bahwa perasaan cinta merupakan bagian dari kehidupan manusia yang perlu ditempatkan dalam nilai-nilai keislaman.
Dalam perspektif Islam, cinta tidak hanya dimaknai sebagai perasaan kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai bagian dari kecintaan kepada Allah SWT. Dengan menempatkan Allah SWT sebagai pusat cinta, seorang muslim diharapkan mampu menjaga perasaan, sikap, dan perilakunya agar tetap berada dalam koridor kebaikan.
Salah satu guru MAN 2 Majalengka, Reni Tania Nurmala, S.Pd., memberikan tanggapan positif terhadap tema yang disampaikan. Menurutnya, pembahasan tersebut penting karena dapat menjadi ruang bagi murid untuk memahami cinta secara lebih luas dan bijaksana.
“Topiknya bagus karena mengarahkan murid untuk memahami bahwa cinta itu harus berpusat pada Pemilik Cinta, yaitu Allah SWT. Dengan begitu, cinta kepada sesama manusia juga dapat diarahkan menjadi sesuatu yang membawa kepada kebaikan,” ungkap Reni.
Senada dengan hal tersebut, Ade Holipah, S.Pd.I., turut memberikan tanggapan bahwa pembahasan cinta dan jodoh dapat menjadi pengingat bagi murid untuk menjalani masa remaja dengan penuh tanggung jawab serta tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
“Murid perlu memahami bahwa setiap perasaan memiliki tempat dan waktunya. Saat ini, usia mereka adalah masa untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan,” tutur Ade.
Para guru juga mengingatkan bahwa masa belajar di madrasah merupakan kesempatan bagi murid untuk membangun kemampuan, karakter, dan prestasi. Fokus pada pembelajaran bukan berarti mengabaikan perasaan, tetapi belajar mengelolanya dengan baik agar tidak mengganggu proses meraih impian dan cita-cita.
Kegiatan Syiar Islam Siswa diharapkan dapat menjadi sarana bagi murid untuk memperoleh pemahaman keagamaan yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, murid diharapkan mampu menempatkan perasaan, pendidikan, ibadah, dan cita-cita secara seimbang dalam proses tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar