Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XI.4 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Matematika interaktif mengenai materi unsur-unsur lingkaran pada Jumat (25/9/2026). Pembelajaran yang dibimbing oleh guru Matematika, Awal Rifqi Al Amri, S.Pd., tersebut menerapkan pendekatan kontekstual dengan mengajak para murid menemukan langsung benda-benda berunsur lingkaran di lingkungan kelas dan madrasah.
Sebelum diterjunkan langsung dalam kegiatan praktik, para murid terlebih dahulu menerima pematerian teoretis mengenai definisi dan unsur-unsur dasar lingkaran. Lingkaran dijelaskan sebagai kumpulan titik pada suatu bidang yang memiliki jarak sama terhadap satu titik pusat. Dalam sesi tersebut, murid mempelajari berbagai unsur penting, seperti titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, juring, hingga tembereng.
Secara teknis, murid memahami bahwa jari-jari merupakan garis yang menghubungkan titik pusat dengan titik pada lingkaran. Sementara itu, diameter merupakan garis lurus yang melalui titik pusat dan menghubungkan dua titik pada lingkaran, di mana panjang diameter adalah dua kali panjang jari-jari.
Usai menguasai pemahaman teori, aktivitas dilanjutkan dengan sesi eksplorasi lapangan. Para murid secara mandiri maupun berkelompok mencari berbagai objek di sekitar kelas dan area madrasah yang memiliki bentuk atau unsur lingkaran. Melalui kegiatan ini, murid dapat membuktikan secara langsung bahwa konsep matematika tidak sekadar deretan rumus di dalam buku teks, melainkan hadir dalam berbagai benda pemanfaatan sehari-hari.
Selama proses pencarian, murid mengamati benda-benda yang ditemukan dan mengidentifikasi bagian-bagian yang memuat unsur lingkaran. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kemampuan murid dalam menghubungkan konsep abstrak matematika dengan objek nyata, sekaligus mengasah ketelitian serta daya amat mereka.
Guru pembimbing, Awal Rifqi Al Amri, S.Pd., menjelaskan bahwa metode pembelajaran berbasis objek sekitar ini sangat efektif untuk membantu murid memahami konsep matematika secara lebih konkret.
“Saya ingin murid melihat bahwa Matematika itu dekat dengan kehidupan mereka. Setelah memahami unsur-unsur lingkaran, mereka mencari sendiri benda yang memiliki unsur lingkaran di kelas dan lingkungan madrasah. Dengan begitu, konsep yang dipelajari tidak hanya berhenti pada teori,” ujar Awal.
Ia menambahkan, pendekatan praktik lapangan ini juga berhasil mendorong keterlibatan aktif murid sepanjang proses belajar-mengajar.
“Ketika murid menemukan dan mengidentifikasi sendiri benda yang ada unsur lingkarannya, mereka belajar mengamati, menganalisis, dan menghubungkan teori dengan kenyataan. Harapannya, Matematika menjadi lebih mudah dipahami dan terasa menyenangkan,” tambahnya.
Melalui pendekatan kontekstual ini, murid kelas XI.4 MAN 2 Majalengka tidak hanya berhasil memperkuat penguasaan materi matematika, tetapi juga terlatih untuk berpikir kritis serta mampu mengenali keterkaitan ilmu pengetahuan dengan kehidupan di sekitar mereka.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar