Rajagaluh (KEMENAG) — Kegiatan salat Jumat di Masjid Nurul Ilmi MAN 2 Majalengka berlangsung khidmat pada Jumat (25/9/2026). Bertindak sebagai khotib sekaligus imam, H. Apang Faturrohman, S.Kom., menyampaikan khotbah bertema “Cara Menggapai Hidup Bahagia”.
Dalam khotbahnya, Apang mengajak jamaah untuk memahami bahwa kebahagiaan dalam kehidupan tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau terpenuhinya keinginan duniawi. Kebahagiaan sejati erat kaitannya dengan ketenangan hati, kedekatan kepada Allah Swt., serta kemampuan menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur.
Menurutnya, salah satu cara utama untuk memperoleh kebahagiaan adalah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui ibadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
“Hidup bahagia bukan berarti hidup tanpa masalah. Bahagia adalah ketika hati tetap tenang dalam menghadapi masalah karena kita yakin bahwa setiap ketentuan Allah Swt. memiliki hikmah dan jalan keluar,” ungkap Apang dalam khotbahnya.
Apang juga menjelaskan bahwa rasa syukur menjadi kunci penting dalam menjalani kehidupan. Dengan bersyukur, seseorang akan mampu melihat berbagai nikmat yang telah diberikan Allah Swt., sehingga tidak mudah merasa kurang atau membandingkan kehidupannya dengan orang lain.
Selain bersyukur, jamaah diajak untuk membiasakan diri berpikir positif, menjaga lisan, memaafkan kesalahan orang lain, serta memperbanyak amal kebaikan. Kebahagiaan juga dapat tumbuh ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
“Jangan menjadikan kebahagiaan bergantung pada apa yang kita miliki. Kebahagiaan akan tumbuh ketika kita mampu menerima, mensyukuri, dan memanfaatkan apa yang Allah berikan untuk kebaikan,” lanjut Apang.
Apang juga mengingatkan jamaah, khususnya generasi muda, agar tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai satu-satunya tujuan. Kesuksesan dunia perlu diimbangi dengan bekal akhirat melalui keimanan, ketakwaan, dan amal saleh.
Kegiatan salat Jumat kemudian dilaksanakan dengan tertib hingga selesai. Melalui momentum tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadikannya sebagai pengingat untuk membangun kehidupan yang lebih tenang, bersyukur, dan senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah Swt.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar