Berita Daerah MAN

Asah Imajinasi Lewat Tulisan, Murid MAN 2 Majalengka Padukan Deskripsi dan Narasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.6 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia berfokus pada materi penulisan teks deskripsi dan narasi, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang diampu oleh guru Bahasa Indonesia, Sri Umiroh, S.Pd., ini dirancang untuk mengasah kemampuan murid dalam menuangkan hasil pengamatan, pengalaman, serta gagasan ke dalam tulisan yang runtut, komunikatif, dan menarik.

Dalam proses pembelajaran, para murid dibekali pemahaman mendalam mengenai karakteristik kedua jenis teks tersebut. Teks deskripsi diarahkan untuk menggambarkan objek, tempat, suasana, atau hal tertentu secara terperinci menggunakan kata-kata yang konkret agar pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan langsung objek yang disajikan. Sementara itu, pada teks narasi, murid dilatih menyusun urutan peristiwa—baik berbasis pengalaman riil maupun imajinasi—dengan memperhatikan keutuhan tokoh, latar, alur, serta hubungan sebab-akibat antarkejadian.

Usai penerimaan materi, para murid langsung mempraktikkan penyusunan gagasan dengan memperhatikan struktur teks, diksi, ejaan yang disempurnakan (PUEBI), serta ketepatan kalimat efektif.

Guru Bahasa Indonesia MAN 2 Majalengka, Sri Umiroh, S.Pd., menjelaskan bahwa keterampilan menulis tidak sekadar mengukur kemahiran berbahasa, tetapi juga menguji kedalaman pengembangan gagasan.

“Dalam menulis deskripsi dan narasi, murid perlu belajar mengamati, memilih kata yang tepat, kemudian mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang runtut. Jadi, mereka tidak sekadar menulis, tetapi belajar bagaimana membuat pembaca memahami dan merasakan apa yang mereka sampaikan,” jelas Sri.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

Ia pun menambahkan bahwa latihan menulis secara konsisten merupakan kunci utama dalam membina rasa percaya diri murid saat menyampaikan gagasan secara tertulis.

“Saya berharap murid berani menuangkan pengalaman dan imajinasinya ke dalam tulisan. Tidak perlu takut salah pada tahap awal, karena melalui proses menulis, membaca kembali, dan memperbaiki tulisan, kemampuan mereka akan terus berkembang,” imbuhnya.

Melalui pembelajaran ini, ruang kreativitas dan literasi murid kelas XII.6 MAN 2 Majalengka berkembang secara optimal. Latihan yang berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang mahir menghasilkan karya tulis yang jelas, komunikatif, bernalar runtut, serta memiliki daya pikat bagi pembaca.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *