Berita Daerah MAN

Tingkatkan Keterampilan Dasar Tekstil, Murid MAN 2 Majalengka Praktikkan Aneka Tusuk Jahit dan Hias

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.10 program Tata Busana MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran praktik membuat bermacam-macam tusuk jahit dan tusuk hias pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang dibimbing langsung oleh guru pengampu, Tuti Suryani, S.Pd., tersebut menjadi bagian dari penguatan keterampilan dasar yang sangat mendasar dalam bidang Tata Busana.

Dalam sesi praktik tersebut, para murid diperkenalkan pada berbagai teknik tusuk yang digunakan dalam proses menjahit maupun menghias kain. Setiap jenis tusuk memiliki bentuk, fungsi, dan karakteristik yang berbeda, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi jahitan atau desain yang dibuat.

Tusuk jahit pada dasarnya berfungsi untuk menyambung, menguatkan, atau membentuk bagian tertentu pada bahan kain. Sementara itu, tusuk hias lebih banyak difungsikan untuk memberikan unsur dekoratif guna meningkatkan nilai estetika pada busana atau produk tekstil.

Selama kegiatan berlangsung, murid berlatih membuat beberapa bentuk tusuk secara langsung. Mereka dituntut untuk memperhatikan kerapian, konsistensi jarak antarjahitan, ketegangan benang, serta ketepatan dalam mengikuti pola. Melalui latihan langsung ini, murid dapat memahami secara nyata bahwa keterampilan menjahit membutuhkan ketelitian tinggi serta koordinasi yang baik antara tangan, benang, dan bahan.

Tuti Suryani menjelaskan bahwa penguasaan teknik dasar tusuk merupakan fondasi penting sebelum murid melangkah ke materi Tata Busana yang lebih kompleks.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

“Murid perlu menguasai tusuk-tusuk dasar terlebih dahulu karena keterampilan ini menjadi fondasi dalam proses menjahit dan menghias. Yang kami latih bukan hanya kemampuan membuat bentuk tusuk, tetapi juga tingkat kerapian dan ketepatan dalam pengerjaannya,” ungkap Tuti.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran berbasis praktik memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing).

“Saya berharap murid semakin teliti, sabar, dan kreatif. Dalam bidang Tata Busana, hasil karya yang baik tidak hanya ditentukan oleh keindahan desain, tetapi juga oleh ketelitian dalam mengerjakan setiap detail,” tambahnya.

Pembelajaran praktik ini memberikan pengalaman berharga bagi murid kelas X.10 untuk mengenal teknik dasar tekstil secara mendalam. Melalui latihan bertahap ini, para murid diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis, kreativitas, dan ketelitian sebagai bekal utama dalam menghadapi pembelajaran Tata Busana pada tingkat lanjutan.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *