Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XI-8 MAN 2 Majalengka mengikuti asesmen tertulis mata pelajaran Kimia pada jam pelajaran ke-10 dan ke-11, Kamis (24/9/2026). Asesmen pertama yang membahas materi Termokimia ini mengusung metode unik, yakni open book (membuka buku) namun tetap close HP (menutup telepon seluler).
Ketentuan tersebut diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk mendorong murid memanfaatkan sumber belajar secara tepat sekaligus mengandalkan kemampuan memahami serta mengolah informasi. Buku dijadikan referensi utama, sementara penggunaan HP dilarang agar proses pengerjaan tetap berfokus penuh pada pemahaman materi.
Adapun materi Termokimia yang diujikan merupakan cabang ilmu Kimia yang mempelajari perubahan energi, khususnya kalor, yang menyertai suatu reaksi kimia. Dalam materi ini, murid mempelajari konsep sistem dan lingkungan, reaksi eksoterm dan endoterm, perubahan entalpi, serta berbagai metode penentuan perubahan entalpi suatu reaksi.
Melalui perpaduan bentuk soal pilihan ganda dan uraian, para murid diuji dalam memahami konsep sekaligus menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari. Kehadiran soal uraian secara khusus memberikan kesempatan bagi murid untuk menunjukkan proses berpikir logis dan argumentasi dalam merumuskan jawaban.
Guru Kimia MAN 2 Majalengka, Restu Handayani, S.Pd., menjelaskan bahwa asesmen ini tidak semata-mata bertujuan mengukur kemampuan menghafal, melainkan untuk melihat sejauh mana murid mampu memahami konsep dasar Termokimia secara mendalam.
“Open book bukan berarti murid bebas mencari semua jawaban. Buku digunakan sebagai sumber belajar, sedangkan kemampuan memahami konsep dan mengolah informasi tetap menjadi hal utama dalam mengerjakan asesmen,” ujar Restu.
Lebih lanjut, Restu menegaskan bahwa larangan penggunaan HP diterapkan guna melatih kedisiplinan serta kemandirian murid dalam mengeksplorasi referensi fisik.
“Saya ingin murid belajar bertanggung jawab dalam menggunakan sumber belajar. Dengan close HP, mereka lebih fokus membaca, memahami soal, dan menyusun jawaban berdasarkan pemahaman sendiri,” tegasnya.
Pelaksanaan asesmen tertulis ini menjadi bagian integral dari evaluasi pembelajaran Kimia di kelas XI-8. Melalui inovasi metode evaluasi ini, murid tidak hanya dilatih menguasai materi Kimia, tetapi juga dibentuk untuk berpikir kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam setiap proses belajar.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar