Rajagaluh (KEMENAG) — Pembelajaran Bahasa Sunda di kelas X.5 MAN 2 Majalengka berlangsung interaktif dan seru melalui pemanfaatan platform kuis digital Kahoot pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang dibimbing oleh pengampu mata pelajaran Bahasa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd., ini digelar sebagai tahap evaluasi setelah para murid mendalami materi Sejarah Tatar Sunda.
Sebelum mengikuti kuis, para murid terlebih dahulu dibekali pemahaman mendalam mengenai sejarah Tatar Sunda. Materi tersebut mencakup perkembangan kehidupan masyarakat Sunda dari era kerajaan hingga berbagai dinamika perubahan sosial dan budaya yang terjadi. Pemahaman ini penting untuk membantu murid mengenali perjalanan panjang Tatar Sunda serta keterkaitannya dengan identitas kebudayaan setempat. Melalui pendekatan ini, murid tidak hanya diajak menghafal nama tokoh, kerajaan, atau peristiwa, melainkan juga memahami pembentukan akar budaya Sunda hingga saat ini.
Usai penyampaian materi, proses evaluasi dilanjutkan dengan kuis digital Kahoot. Para murid menjawab berbagai pertanyaan secara real-time melalui perangkat masing-masing dalam suasana yang dinamis dan kompetitif. Fitur tampilan skor instan usai setiap pertanyaan berhasil memacu antusiasme para peserta didik.
Pemanfaatan Kahoot bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman murid terhadap materi yang telah dipelajari. Selain menguji wawasan, kuis interaktif ini melatih konsentrasi, kecepatan mengambil keputusan, serta keberanian murid dalam mengukur kemampuan diri.
Guru Bahasa Sunda MAN 2 Majalengka, Reni Tania Nurmala, S.Pd., menyampaikan bahwa integrasi media digital membuat proses evaluasi menjadi jauh lebih menarik dan efektif.
“Kahoot saya gunakan agar evaluasi materi Sejarah Tatar Sunda terasa lebih interaktif. Murid bisa langsung mengetahui hasil jawabannya, sehingga mereka dapat melihat bagian mana yang sudah dipahami dan mana yang masih perlu dipelajari,” ujar Reni.
Reni menambahkan, pemanfaatan teknologi relevan dengan karakter belajar generasi saat ini agar pembelajaran bahasa daerah tetap menarik dan kontekstual.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang mendapatkan skor tertinggi, melainkan bagaimana murid dapat belajar kembali dari setiap pertanyaan dan memahami materi dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya.
Kegiatan evaluasi berbasis Kahoot ini menjadi penutup sesi pembelajaran yang memberikan pengalaman baru bagi murid kelas X.5. Perpaduan antara materi sejarah lokal dan teknologi digital terbukti mampu memperkuat pemahaman budaya sekaligus menciptakan iklim evaluasi yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar