Berita Daerah MAN

Menelusuri Jejak Tatar Sunda, Murid X.8 Dalami Peralihan Era Hindu-Buddha ke Islam

Rajagaluh (KEMENAG) Murid kelas X.8 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda yang dipandu Reni Tania Nurmala, S.Pd., Selasa (22/9/2026). Materi pembelajaran membahas sejarah Tatar Sunda secara bertahap, mulai dari perkembangan awal kerajaan-kerajaan di wilayah Sunda hingga masa peralihan dari pengaruh Hindu-Buddha menuju berkembangnya Islam di Tatar Sunda.

Dalam pembelajaran, murid diajak memahami sejarah Tatar Sunda sebagai perjalanan panjang yang mengalami berbagai perubahan dalam aspek pemerintahan, kehidupan sosial, budaya, kepercayaan, dan hubungan antardaerah. Pembahasan dilakukan secara kronologis agar murid dapat melihat keterkaitan antara satu periode sejarah dengan periode berikutnya.

Murid juga memahami perkembangan kerajaan-kerajaan yang pernah berpengaruh di wilayah Sunda, termasuk Tarumanagara, Galuh, dan Kerajaan Sunda. Dari perjalanan tersebut, murid kemudian mempelajari munculnya pengaruh Islam yang berkembang secara bertahap melalui berbagai jalur, termasuk hubungan perdagangan, interaksi antarmasyarakat, serta peran tokoh dan pusat-pusat pemerintahan Islam di wilayah Sunda.

Peralihan dari masa kerajaan bercorak Hindu-Buddha menuju era Islam tidak berlangsung secara tiba-tiba. Proses tersebut merupakan bagian dari dinamika sejarah yang turut memengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sunda. Nilai-nilai budaya dan tradisi yang berkembang sebelumnya juga mengalami proses pertemuan dan penyesuaian dengan unsur-unsur baru.

Reni menjelaskan bahwa pemahaman sejarah Tatar Sunda penting agar murid mengenal perjalanan masyarakat dan budaya yang berkembang di lingkungan mereka.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

“Belajar sejarah Tatar Sunda bukan hanya menghafal nama kerajaan dan tokoh. Murid perlu memahami proses perubahan yang terjadi dari satu zaman ke zaman berikutnya, termasuk bagaimana pengaruh Hindu-Buddha kemudian bertemu dengan perkembangan Islam di Tatar Sunda,” ungkap Reni.

Reni menambahkan bahwa pembelajaran sejarah juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya dan sejarah daerah.

“Dengan memahami perjalanan sejarahnya, murid diharapkan semakin mengenal akar budaya Sunda, menghargai keberagaman warisan sejarah, serta mampu melihat bahwa budaya yang kita kenal sekarang terbentuk melalui proses yang panjang,” tambah Reni.

Setelah materi disampaikan, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan kuis menggunakan aplikasi Kahoot. Melalui kuis interaktif tersebut, murid menguji kembali pemahaman mereka mengenai materi sejarah Tatar Sunda yang telah dipelajari.

Penggunaan Kahoot membuat kegiatan evaluasi berlangsung lebih interaktif. Murid dapat menjawab pertanyaan secara langsung melalui perangkat masing-masing sekaligus mengetahui hasil jawabannya. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi guru untuk melihat sejauh mana materi dapat dipahami oleh murid.

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Melalui pembelajaran tersebut, murid X.8 tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah Tatar Sunda, tetapi juga diajak memahami perubahan sosial dan budaya yang terjadi dari masa ke masa. Perpaduan pemahaman materi dan kuis interaktif diharapkan dapat membuat pembelajaran Bahasa Sunda lebih menarik sekaligus menumbuhkan kepedulian murid terhadap sejarah dan budaya Sunda.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *