Majalengka (KEMENAG) – Seluruh pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Majalengka berkumpul di Rumah Makan (RM) Warsikot, Desa Bantrangsana, Kecamatan Panyingkiran, pada Jumat, (25/9/2026).
Pertemuan tersebut digelar dalam rangka melaksanakan acara perpisahan bagi Yaya Rahmat, staf pengadministrasi KUA Majalengka yang akan resmi memasuki masa purnatugas per 1 Oktober 2026 mendatang.
Acara yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang yang telah diberikan oleh Yaya Rahmat selama bertahun-tahun di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di KUA Majalengka.
Kepala KUA Kecamatan Majalengka, Agus Susanto, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kinerja dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh Yaya Rahmat.
“Kami atas nama keluarga besar KUA Kecamatan Majalengka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Yaya Rahmat atas segala dedikasi, kerja keras, dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Masa purnatugas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat. Semoga Pak Yaya senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa pensiun,” ujar Agus.
Sementara itu, Yaya Rahmat dalam pesan kesan perpisihannya menyampaikan rasa haru sekaligus rasa syukur atas dukungan dari seluruh rekan kerja selama dirinya mengabdi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama bertugas terdapat kekhilafan.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar KUA Majalengka. Terima kasih kepada Kepala KUA dan seluruh jajaran rekan-rekan pegawai atas bimbingan, kerja sama, dan kekompakan yang luar biasa selama ini. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekhilafan, baik dalam tutur kata maupun perbuatan selama saya menjalankan tugas pengadministrasian,” ungkap Yaya dengan penuh rasa haru.
Acara perpisahan ini ditutup dengan sesi ramah tamah, makan bersama seluruh pegawai yang hadir, dan foto bersama sebagai simbol kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terukir indah.
Kontributor : Iman Abdulrahman


Komentar