Malausma (KEMENAG) — Suasana malam yang semula tenang berubah menjadi kepanikan setelah Mushala Miftahul Falah di Blok Desa RT 001/RW 001, Desa Cibeureum, Kecamatan Talaga, dilanda kebakaran pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 02.15 WIB. Musala tersebut merupakan milik pribadi Euis Rohmawati, S.Sos.I., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma.
Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api menghanguskan bagian bangunan musala sehingga menyebabkan tempat ibadah yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terasa semakin mengharukan karena beberapa jam sebelumnya, tepatnya setelah salat Isya, Euis masih melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di musala tersebut. Kegiatan itu merupakan bagian dari program pengentasan buta aksara Al-Qur’an, dengan memberikan bimbingan kepada masyarakat agar mampu membaca Al-Qur’an.
Mushala Miftahul Falah selama ini tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat, tetapi juga menjadi ruang bagi Euis untuk menjalankan tugasnya sebagai penyuluh agama. Di tempat itulah pembelajaran Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan berlangsung, termasuk pada malam sebelum mushala tersebut dilanda kebakaran.

Kejadian itu meninggalkan kesan mendalam bagi Euis. Tempat yang beberapa jam sebelumnya masih dipenuhi aktivitas pembelajaran Al-Qur’an, pada dini hari harus menghadapi musibah kebakaran.
Meski demikian, musibah tersebut diharapkan tidak memadamkan semangat untuk terus menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat.
“Beberapa jam sebelumnya kami masih melaksanakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di mushala ini. Tentu sangat sedih melihat tempat yang selama ini digunakan untuk beribadah dan belajar Al-Qur’an mengalami musibah. Namun, insyaallah semangat untuk terus mengajarkan Al-Qur’an tidak akan padam,” ujar Euis.
Ia berharap mushala tersebut dapat kembali digunakan dan menjadi tempat masyarakat beribadah serta belajar Al-Qur’an seperti sebelumnya.
Peristiwa kebakaran ini menjadi duka tersendiri, terlebih Musala Miftahul Falah memiliki peran penting dalam kegiatan keagamaan masyarakat. Namun, di balik musibah tersebut tersimpan harapan agar semangat memakmurkan masjid dan musala, khususnya melalui pembelajaran Al-Qur’an, dapat terus berlanjut.
Kontributor: Alif Sinta


Komentar