Malausma (KEMENAG) — Penguatan kompetensi di bidang Al-Qur’an terus mendapat perhatian di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Validasi Program Tahfidz dan Evaluasi Kelembagaan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) se-Kabupaten Majalengka yang digelar di Aula Meeting Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Rabu (16/9/2026).
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Malausma turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengutus dua pegawai, yakni Mohammad Syamsul Asyari, S.Hum. dan Faridah, S.Ag. Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan bersama lima peserta lainnya dengan penuh perhatian dan semangat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan validasi dan evaluasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembinaan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an di lingkungan Kementerian Agama.
Menurutnya, Kabupaten Majalengka masih membutuhkan penguatan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tahfidz. Para peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi bagian dari cikal bakal terbentuknya Tim Tahfidz/Hafidzoh di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Penguatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan ASN dalam bidang Al-Qur’an sekaligus membangun tim yang dapat memberikan kontribusi dalam pembinaan tahfidz secara lebih terarah.
Sementara itu, H. Amin Baezuri, M.Pd.I., selaku tim penguji, memberikan sejumlah arahan mengenai penguatan Tim Tahfidz/Hafidzoh Kementerian Agama. Salah satu hal yang ditekankan ialah pentingnya validitas data ASN yang memiliki hafalan Al-Qur’an serta kompetensi para pengajar Al-Qur’an yang ditunjukkan melalui syahadah dan sanad yang sah.
Selain itu, peserta mendapatkan penguatan mengenai standar bacaan Al-Qur’an, prinsip thalabul ilmi, serta pentingnya menjaga sanad dan ijazah dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Pendataan terhadap ASN yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an juga menjadi bagian dari proses validasi untuk mendukung pembentukan tim tahfidz yang memiliki kompetensi dan legitimasi.
Ke depan, Tim Tahfidz/Hafidzoh diharapkan tidak hanya berperan dalam pembinaan internal, tetapi juga dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, termasuk menjadi tim penguji bagi masyarakat yang membutuhkan layanan uji kelayakan hafalan Al-Qur’an sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi KUA Kecamatan Malausma, keikutsertaan Syamsul dan Faridah menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung penguatan kompetensi keagamaan sekaligus memperluas kontribusi KUA dalam pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Melalui validasi dan evaluasi tersebut, diharapkan terbentuk sumber daya manusia yang mampu menjaga kualitas hafalan, memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta siap mengambil bagian dalam penguatan pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Alif Sinta


Komentar