Sindang (KEMENAG) — Segenap Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Sindang turut ambil bagian dalam ajang spiritual berskala nasional, Gema Selawat Kebangsaan, Khataman Dalā’il al-Khayrāt, serta Ijazah Kubra. Puncak kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, pada Senin (7/9/2026).
Kehadiran para penyuluh dari Sindang merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat syiar Islam, merawat tradisi keagamaan, sekaligus memperkokoh ketahanan spiritual masyarakat di wilayah bimbingan mereka.
Secara keseluruhan, gerakan spiritual yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) ini mencatatkan partisipasi luar biasa. Sebanyak 2.041.377 peserta dari 23.688 titik yang tersebar di 35 provinsi ikut serta secara serentak. Capaian tersebut berhasil melampaui target awal nasional hingga mencapai 115 persen.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa tingginya antusiasme peserta bukan sekadar capaian angka, melainkan cerminan mendalamnya rasa cinta umat kepada Rasulullah SAW.
“Gerakan ini merupakan ikhtiar batin untuk memperkokoh ketahanan spiritual masyarakat di tengah berbagai persoalan bangsa, mulai dari tekanan ekonomi hingga bencana alam. Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan beriringan,” ujar Muchlis saat memberikan keterangan di Cirebon.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan khataman yang dipimpin oleh KH Husni Ismail. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan Ijazah Kubra secara langsung oleh Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, serta penyerahan sanad kehormatan dari Maroko oleh Syekh Dr. al-Mahdi al-Mansur melalui tayangan digital.
Dalam kesempatan tersebut, KH Imam Jazuli berpesan agar para penyuluh agama dapat bertransformasi menjadi dai yang responsif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam mendampingi generasi muda di tengah era disrupsi informasi.
Melalui keterlibatan aktif Penyuluh Agama Islam Sindang dalam agenda nasional ini, diharapkan mampu membawa energi positif, menciptakan ketenangan batin, serta mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan masyarakat di tingkat lokal.
Kontributor: Sayid Abdullah Yahya


Komentar