Jatitujuh (KEMENAG) — MTsN 7 Majalengka bersama Majelis Pengurus Wilayah Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) Jawa Barat memperkuat komitmen untuk meningkatkan minat siswa terhadap pendidikan berbasis pesantren. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan yang digelar di Kampus MTsN 7 Majalengka, Rabu (16/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., bersama perwakilan P2I Jawa Barat, K. Ali Mukayat, M.Pd.I., dan Harun, S.Pd.I. Diskusi difokuskan pada pentingnya memperkenalkan pendidikan pesantren kepada siswa sebagai salah satu alternatif untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang madrasah tsanawiyah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menggali pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai kehidupan di pesantren, termasuk sistem pendidikan, pembinaan keagamaan, serta nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam lingkungan pesantren.
Dalam pertemuan itu, K. Ali Mukayat menyampaikan bahwa berdasarkan data dan fakta yang ia temui dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kecenderungan penurunan jumlah siswa yang memilih untuk melanjutkan pendidikan dengan mondok di pesantren.
“Secara data dan fakta tahun-tahun terakhir, minat siswa yang mondok di pesantren jumlahnya menurun. Contohnya di Kompleks Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, jumlah santri tahun sebelumnya sekitar 12.000 santri, tetapi sekarang tinggal sekitar 9.000 santri,” ungkap K. Ali Mukayat.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan madrasah. Pengenalan terhadap dunia pesantren dinilai penting agar siswa memiliki pemahaman yang utuh mengenai berbagai pilihan pendidikan yang dapat ditempuh setelah lulus dari MTs.
Pendidikan pesantren, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan hidup disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.
“Karena itu, pesantren perlu dikenalkan lebih luas kepada generasi muda sehingga mereka memiliki gambaran yang jelas mengenai kehidupan dan pendidikan di pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., menyatakan kesiapan madrasah untuk mendukung upaya meningkatkan minat siswa terhadap pendidikan berbasis pesantren.
“Kami siap mendukung upaya meningkatkan minat siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang berbasis pesantren,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, sinergi antara madrasah dan pesantren dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa mengenai pilihan pendidikan lanjutan. Dengan informasi yang memadai, siswa diharapkan dapat menentukan pilihan pendidikan sesuai dengan minat, potensi, dan kebutuhan mereka.
Pertemuan antara MTsN 7 Majalengka dan P2I Jawa Barat tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan. Sinergi tersebut dapat diarahkan pada kegiatan pengenalan pesantren, pemberian motivasi, penyampaian informasi mengenai lembaga pendidikan pesantren, serta penguatan pemahaman siswa tentang pentingnya pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pilihan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kemandirian, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
Kontributor: Suratman dan Dedi Priatna


Komentar