Berita Daerah

Transformasi Mutu Pendidikan, MTsN 8 Majalengka Mantapkan Pembelajaran Mendalam dan KBC

Kertajati (KEMENAG) —  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Majalengka terus mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan profesionalisme pendidik dan pemantapan kebijakan pembelajaran. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh seluruh guru dengan menghadirkan Pengawas Madrasah, Drs. H. Edy Mulyana, M.Pd., sebagai narasumber pada Kamis (10/9/2026).

​Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala MTsN 8 Majalengka, H. Sabur Gunawan, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa dinamika pendidikan menuntut guru untuk senantiasa adaptif terhadap perubahan, memiliki kompetensi yang relevan, serta mampu menerjemahkan kebijakan pendidikan ke dalam praktik pembelajaran yang kontekstual.
​”Dinamika pendidikan saat ini menuntut kita semua, khususnya para guru, untuk senantiasa adaptif terhadap setiap perubahan, memiliki kompetensi yang relevan, serta mampu menerjemahkan setiap kebijakan pendidikan ke dalam praktik pembelajaran yang kontekstual di kelas,” ujar Sabur menegaskan.
​Pembinaan diawali dengan pemaparan materi mengenai empat kompetensi guru, akreditasi, penilaian kinerja kepala madrasah, tes kemampuan akademik, serta profil guru yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan. Rangkaian materi tersebut menjadi bagian penting dalam memantapkan profesionalisme pendidik sekaligus mendukung peningkatan mutu dan tata kelola madrasah.
​Mengakselerasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta
​Pembahasan selanjutnya diarahkan pada pembelajaran mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, pendekatan pembelajaran, serta urgensi perubahan kurikulum agar senantiasa selaras dengan perkembangan zaman. Perubahan tersebut dipandang sebagai respons dunia pendidikan terhadap kebutuhan peserta didik dan dinamika lingkungan belajar yang terus berkembang.
​Dalam konteks Kurikulum Berbasis Cinta, narasumber mengelaborasi Panca Cinta sebagai landasan nilai dalam membangun ekosistem pendidikan yang religius, humanis, dan berkarakter. Panca Cinta mencakup cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.
​Nilai-nilai tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
​Sementara itu, tiga prinsip pembelajaran mendalam yang dikaji meliputi pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Ketiga prinsip tersebut diaktualisasikan melalui tiga pengalaman belajar, yakni memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan.
​Kerangka tersebut didukung oleh empat komponen pendukung, meliputi praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Keseluruhan komponen ini menjadi satu kesatuan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, reflektif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara utuh.
​Mengoptimalkan Implementasi Kurikulum dalam Praktik Pembelajaran
​Pembinaan ini juga mengelaborasi proses pembelajaran Kurikulum Merdeka yang mencakup intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta pembahasan mengenai perangkat ajar sebagai instrumen penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
​Melalui materi yang disampaikan, guru didorong untuk tidak hanya memahami perubahan kebijakan secara konseptual, tetapi juga mampu mengartikulasikannya dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian, transformasi kurikulum dapat berimplikasi langsung terhadap kualitas proses belajar dan perkembangan peserta didik.
​Plt. Kepala MTsN 8 Majalengka berharap hasil pembinaan ini dapat diaktualisasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran, pembiasaan, maupun interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah.
​”Kami berharap hasil pembinaan ini tidak berhenti pada tataran konseptual semata, tetapi dapat diaktualisasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran, pembiasaan, maupun interaksi sehari-hari, sehingga Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar terintegrasi untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berjiwa peduli,” tutur Sabur.
​Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab sebagai ruang elaborasi bagi para guru untuk memperdalam pemahaman, mengklarifikasi berbagai substansi, serta mengaitkan materi pembinaan dengan praktik pendidikan di madrasah.
​Melalui kegiatan ini, MTsN 8 Majalengka meneguhkan komitmennya terhadap transformasi mutu pendidikan melalui pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta. Upaya tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun ekosistem madrasah yang adaptif, humanis, dan berkarakter secara berkelanjutan.
​Kontributor: Salwa Jembar F.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *