Jatitujuh (KEMENAG) — Siswa MTsN 7 Majalengka mendapatkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI) melalui praktik pembuatan aplikasi game sederhana menggunakan Scratch. Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) di Laboratorium Komputer MTsN 7 Majalengka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengenalkan keterampilan teknologi digital kepada peserta didik secara kreatif, interaktif, dan aplikatif. Melalui Scratch, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pemrograman dengan pendekatan visual sehingga mereka dapat memahami logika coding tanpa harus terlebih dahulu menguasai bahasa pemrograman yang kompleks.
Dalam proses pembelajaran, siswa diarahkan untuk mengenal berbagai komponen dasar Scratch, seperti karakter (sprite), latar, perintah gerak, suara, kondisi, serta rangkaian blok kode yang digunakan untuk menjalankan sebuah permainan. Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide dan kreativitasnya dengan membuat game sederhana sesuai dengan konsep yang telah dipelajari.
Guru mata pelajaran Koding dan AI MTsN 7 Majalengka, H. Agus Permana, S.Pd., mengatakan bahwa pembelajaran tersebut tidak hanya bertujuan membuat siswa mampu menghasilkan sebuah game, tetapi juga melatih pola pikir logis, kreatif, dan sistematis.
“Melalui Scratch, siswa belajar bahwa membuat aplikasi tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Mereka dapat belajar dari hal sederhana, memahami logika pemrograman, kemudian mengembangkan ide menjadi sebuah karya digital. Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator yang menghasilkan karya dengan memanfaatkan teknologi secara positif,” ungkap H. Agus Permana.
Ia menambahkan, pembelajaran koding dan AI perlu dikemas dengan metode yang menyenangkan agar siswa memiliki ketertarikan untuk terus mengeksplorasi teknologi. Praktik secara langsung di laboratorium komputer dinilai dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara kode yang dibuat dengan hasil yang ditampilkan pada layar komputer.
Pembelajaran tersebut juga mendorong siswa untuk belajar melalui proses mencoba, menemukan kesalahan, memperbaiki kode, dan menguji kembali hasil karyanya. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan pemecahan masalah (problem solving) dan berpikir komputasional.
MTsN 7 Majalengka terus mendorong penguatan kompetensi digital peserta didik sejalan dengan perkembangan teknologi. Melalui pembelajaran Koding dan AI, madrasah berharap siswa memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus tetap mampu menggunakan teknologi secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.
Kontributor: Suratman


Komentar