Berita Daerah

Kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 10 Majalengka Ajak Siswa Meneladani Pendiri Bangsa

Jatiwangi (KEMENAG) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Majalengka terus berinovasi dalam mengimplementasikan pembelajaran yang kreatif dan bermakna. Pada Kamis (10/9/2026), MTsN 10 Majalengka menggelar kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis “Kurikulum Cinta” bagi siswa kelas 7C melalui aksi pemuatan poster biografi dan presentasi kelompok tokoh pendiri bangsa.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 7C ini dirancang untuk memberikan pendidikan karakter yang mendalam melalui penerapan nilai-nilai Panca Cinta. Dalam prosesnya, para siswa diajak untuk mengeksplorasi dan meneladani nilai-nilai perjuangan para anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan dari Guru Pendidikan Pancasila (PP), H. Dede Arief, yang memberikan penjelasan awal mengenai kronologi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta proses perumusan rancangan dasar negara, Pancasila. Setelah itu, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar untuk menelaah karakter dan rekam jejak para pahlawan bangsa. Usai mengumpulkan informasi dari pelbagai sumber ajar, setiap kelompok merancang karya poster biografi dan menyajikannya dalam sesi presentasi di depan kelas.

Model pembelajaran interaktif ini terbukti meningkatkan antusiasme dan minat belajar para siswa. Suasana kelas tampak hidup saat setiap kelompok secara bergantian memaparkan hasil karyanya dengan penuh percaya diri.

Dede menjelaskan bahwa pendekatan ini sengaja diterapkan untuk mengasah aspek afektif dan psikomotorik siswa, tidak sekadar mentransfer pengetahuan formal semata.

Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Karya Kreatif, Siswa Kelas 7A MTsN 2 Majalengka Hasilkan Vas dan Tempat Alat Tulis

“Model pembelajaran ini berfokus pada pengembangan sisi afektif atau sikap-karakter (civic attitudes) dan keterampilan warga negara (civic skills), ketimbang hanya berfokus pada pengetahuan (civic knowledge), sebagaimana amanat Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila,” ujar Dede.

Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan ini mencakup empat pilar utama:

  1. Cinta kepada Allah SWT, diwujudkan melalui rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan keberadaan Pancasila sebagai dasar negara.
  2. Cinta kepada diri sendiri dan sesama, ditumbuhkan melalui kerja sama kelompok yang melatih toleransi, tenggang rasa, tanggung jawab, dan kekompakan.
  3. Cinta pada ilmu pengetahuan, dibuktikan dengan semangat siswa dalam mencari dan menelaah informasi dari berbagai sumber belajar.
  4. Cinta tanah air dan pahlawan bangsa, direalisasikan melalui karya poster dan presentasi apresiatif terhadap para pendiri negara.

Melalui kegiatan ini, Dede berharap nilai-nilai Panca Cinta dapat tertanam kuat dalam sanubari para peserta didik. Langkah nyata ini diharapkan mampu memupuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta berakhlak mulia, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan madrasah.

Kontributor: H. Dede Arief Rohaedi

Menjelang Peringatan Maulid Nabi 1448 H, OSIS MTsN 10 Majalengka Gelar Persiapan Matang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *