Cingambul (KEMENAG) — Siswa kelas IX-2 MTsN 11 Majalengka mengikuti pembelajaran koding dengan praktik langsung menyusun laporan menggunakan platform BitLearn, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari pembelajaran Informatika dan Kecerdasan Artifisial serta Koding yang mulai dikenalkan kepada siswa melalui kurikulum baru.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung. Mereka mencoba menyusun laporan menggunakan BitLearn sebagai sarana untuk mengenal dan mengembangkan keterampilan di bidang teknologi informasi.
BitLearn merupakan platform atau penyelenggara pelatihan (bootcamp) yang berfokus pada bidang teknologi dan pemrograman, antara lain pengembangan web menggunakan Laravel serta pengelolaan basis data dengan SQL. Pemanfaatan platform tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan penerapan teknologi.
Meskipun pembelajaran koding masih tergolong baru bagi para siswa dan sebagian belum terbiasa dengan materi pemrograman, mereka mengikuti kegiatan dengan cukup antusias. Siswa berusaha memahami tahapan praktik dan menyelesaikan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran.
Pembelajaran koding di madrasah menjadi bagian dari upaya mengenalkan teknologi informasi dan keterampilan digital kepada siswa sejak dini. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi sebagai pengguna, tetapi juga mulai memahami cara kerja dan proses di balik pengembangan teknologi.

Guru mata pelajaran Informatika dan Kecerdasan Artifisial serta Koding, Dede Sudirman, S.Pd., menyampaikan bahwa pengenalan koding kepada siswa perlu dilakukan secara bertahap dan melalui praktik agar mereka lebih mudah memahami konsep yang dipelajari.
“Karena koding masih menjadi hal baru bagi siswa, pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk langsung mencoba. Dengan praktik, siswa diharapkan lebih terbiasa dan memiliki pengalaman dalam memecahkan masalah menggunakan teknologi,” ujarnya.
Dede menambahkan, antusiasme siswa menjadi modal positif dalam mengikuti pembelajaran koding. Menurutnya, kemampuan berpikir logis, kreatif, dan sistematis yang dikembangkan melalui koding dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Melalui pembelajaran koding yang dipadukan dengan praktik menggunakan platform digital, MTsN 11 Majalengka terus mendorong siswa untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi sekaligus membangun kesiapan mereka menghadapi tantangan di era digital.
Kontributor: Riyan Mardiyana


Komentar